ada masa, disaat kamu menjadi bait-bait indah dalam puisi-puisiku.
ada masa, ketika bayangmu menggugah inspirasiku untuk menuangkannya menjadi rangkaian romansa indah tiada tara.
ada masa, masa lama.. kamulah sajak pertama!
sajak pertama dalam bayang-bayang lukisan imajinasi sebuah tatapan mata.
(untukmu, pencuri hatiku yang kini telah lari dibawa pergi waktu serta guncahan emosi yang tak kan pernah terungkap lagi. untukmu, pangeran pemilik misteri tatapan mata itu)
***
aku sudah pernah dibuat gila,
dengan sederet realita abstrak..
dengan berbagai kenangan bersama detak jantung yang berdegup kencang tanpa alasan
dengan bagaimana sepasang mata itu menatapku
dengan sedemikian singkatnya menggoda batinku
dengan sedemikian mudahnya hadir membayang-bayangi malam-malamku,
menjadi hantu dalam setiap lamunanku..
aku merasakannya, dalam relung-relung jiwaku
rasa itu..
janganlah menjadi menggelora
aku hanya ingin mengaguminya,
dalam bisu..
dalam kosong..
dalam buta..
bertahan, dalam waktu cukup lama
terlalu sering kecewa
inilah, sebuah cara memendam sedalam-dalamnya
sedalam samudera..
sedalam palung hindia..
yang jelas inilah obrolan dalam Doa.
Tuhan selalu punya jawabannya.
Dan ketika Sang Maha Kuasa mempertemukanku pada suatu waktu.
waktumu dan waktuku dengan jalan hidup sendiri.
dengan skenario unpredictable yang wajib dilakonkan sendiri
aku pergi, kamu pergi
hanya ada kenangan yang tertinggal disini!
di dalam pikiranku. relung-relung batinku!
yang mungkin (tak akan pernah) ada dalam ingatanmu
auramu datang lagi, mengisi sepi
mengembalikan lagi ingatan gila tentang cerita cinta tak berjung, hanya menepi.
hanya selalu menepi hingga ia menjadi basi.
hanya menepi, dan berakhir dengan teka-teki
memori itu kembali lagi bersama 3 seri tulisan konyol.
bersama sebuah sosok manusia paling-mudah-kurindukan detik ini.
dengan mimik wajah paling-mudah-kurindukan saat ini.
tulisan ini, tentang bagaimana hari ini aku setengah mati mengingat gambaran sepasang mata dan sebentuk sosokmu.
bagaimana aku berjibaku melupakan rasa paling-mudah-kurindukan yang berapi api dan kini hadir lagi.
jelas! mengobrak-abrik emosi
inilah yang aku benci
hal yang paling ku benci
sebuah misteri tentang tatapan mata itu berakhir bisu.
tanpa jawab. satu kata pun.
dan yang aku tau
aku tetap mengaguminya dalam diam.
dalam diam.
yang aku tau
aku tetap memendamnya dalam diam
dalam diam..
dan saat ini aku masih merindunya dalam diam.
dalam diam.
dan aku tetap terdiam. dalam diam.
dan pada akhirnya cinta dalam diam hanya akan selalu berakhir dalam diam.
dalam diam.
----------------------
sby, 18 Desember 2012. pk. 20.12
ada masa, ketika bayangmu menggugah inspirasiku untuk menuangkannya menjadi rangkaian romansa indah tiada tara.
ada masa, masa lama.. kamulah sajak pertama!
sajak pertama dalam bayang-bayang lukisan imajinasi sebuah tatapan mata.
(untukmu, pencuri hatiku yang kini telah lari dibawa pergi waktu serta guncahan emosi yang tak kan pernah terungkap lagi. untukmu, pangeran pemilik misteri tatapan mata itu)
***
aku sudah pernah dibuat gila,
dengan sederet realita abstrak..
dengan berbagai kenangan bersama detak jantung yang berdegup kencang tanpa alasan
dengan bagaimana sepasang mata itu menatapku
dengan sedemikian singkatnya menggoda batinku
dengan sedemikian mudahnya hadir membayang-bayangi malam-malamku,
menjadi hantu dalam setiap lamunanku..
aku merasakannya, dalam relung-relung jiwaku
rasa itu..
janganlah menjadi menggelora
aku hanya ingin mengaguminya,
dalam bisu..
dalam kosong..
dalam buta..
bertahan, dalam waktu cukup lama
terlalu sering kecewa
inilah, sebuah cara memendam sedalam-dalamnya
sedalam samudera..
sedalam palung hindia..
yang jelas inilah obrolan dalam Doa.
Tuhan selalu punya jawabannya.
Dan ketika Sang Maha Kuasa mempertemukanku pada suatu waktu.
waktumu dan waktuku dengan jalan hidup sendiri.
dengan skenario unpredictable yang wajib dilakonkan sendiri
aku pergi, kamu pergi
hanya ada kenangan yang tertinggal disini!
di dalam pikiranku. relung-relung batinku!
yang mungkin (tak akan pernah) ada dalam ingatanmu
auramu datang lagi, mengisi sepi
mengembalikan lagi ingatan gila tentang cerita cinta tak berjung, hanya menepi.
hanya selalu menepi hingga ia menjadi basi.
hanya menepi, dan berakhir dengan teka-teki
memori itu kembali lagi bersama 3 seri tulisan konyol.
bersama sebuah sosok manusia paling-mudah-kurindukan detik ini.
dengan mimik wajah paling-mudah-kurindukan saat ini.
tulisan ini, tentang bagaimana hari ini aku setengah mati mengingat gambaran sepasang mata dan sebentuk sosokmu.
bagaimana aku berjibaku melupakan rasa paling-mudah-kurindukan yang berapi api dan kini hadir lagi.
jelas! mengobrak-abrik emosi
inilah yang aku benci
hal yang paling ku benci
sebuah misteri tentang tatapan mata itu berakhir bisu.
tanpa jawab. satu kata pun.
dan yang aku tau
aku tetap mengaguminya dalam diam.
dalam diam.
yang aku tau
aku tetap memendamnya dalam diam
dalam diam..
dan saat ini aku masih merindunya dalam diam.
dalam diam.
dan aku tetap terdiam. dalam diam.
dan pada akhirnya cinta dalam diam hanya akan selalu berakhir dalam diam.
dalam diam.
----------------------
sby, 18 Desember 2012. pk. 20.12
![]() |
| so how dare you to make me falling too deep into your eyes? |
