Wednesday, 30 January 2013

Nostalgia Tentang Sebuah Tatapan Mata

ada masa, disaat kamu menjadi bait-bait indah dalam puisi-puisiku.
ada masa, ketika bayangmu menggugah inspirasiku untuk menuangkannya menjadi rangkaian romansa indah tiada tara.
ada masa, masa lama.. kamulah sajak pertama!
sajak pertama dalam bayang-bayang lukisan imajinasi sebuah tatapan mata.

(untukmu, pencuri hatiku yang kini telah lari dibawa pergi waktu serta guncahan emosi yang tak kan pernah terungkap lagi. untukmu, pangeran pemilik misteri tatapan mata itu)





***

aku sudah pernah dibuat gila,
dengan sederet realita abstrak..
dengan berbagai kenangan bersama detak jantung yang berdegup kencang tanpa alasan
dengan bagaimana sepasang mata itu menatapku
dengan sedemikian singkatnya menggoda batinku
dengan sedemikian mudahnya hadir membayang-bayangi malam-malamku,
menjadi hantu dalam setiap lamunanku..

aku merasakannya, dalam relung-relung jiwaku

rasa itu..
janganlah menjadi menggelora
aku hanya ingin mengaguminya,
dalam bisu..
dalam kosong..
dalam buta..

bertahan, dalam waktu cukup lama
terlalu sering kecewa
inilah, sebuah cara memendam sedalam-dalamnya
sedalam samudera..
sedalam palung hindia..
yang jelas inilah obrolan dalam Doa.
Tuhan selalu punya jawabannya.

Dan ketika Sang Maha Kuasa mempertemukanku pada suatu waktu.
waktumu dan waktuku dengan jalan hidup sendiri.
dengan skenario unpredictable yang wajib dilakonkan sendiri
aku pergi, kamu pergi
hanya ada kenangan yang tertinggal disini!
di dalam pikiranku. relung-relung batinku!
yang mungkin (tak akan pernah) ada dalam ingatanmu

auramu datang lagi, mengisi sepi
mengembalikan lagi ingatan gila tentang cerita cinta tak berjung, hanya menepi.
hanya selalu menepi hingga ia menjadi basi.
hanya menepi, dan berakhir dengan teka-teki

memori itu kembali lagi bersama 3 seri tulisan konyol.
bersama sebuah sosok manusia paling-mudah-kurindukan detik ini.
dengan mimik wajah paling-mudah-kurindukan saat ini.

tulisan ini, tentang bagaimana hari ini aku setengah mati mengingat gambaran sepasang mata dan sebentuk sosokmu.
bagaimana aku berjibaku melupakan rasa paling-mudah-kurindukan yang berapi api dan kini hadir lagi.
jelas! mengobrak-abrik emosi

inilah yang aku benci
hal yang paling ku benci
sebuah misteri tentang tatapan mata itu berakhir bisu.
tanpa jawab. satu kata pun.

dan yang aku tau
aku tetap mengaguminya dalam diam.
dalam diam.
yang aku tau
aku tetap memendamnya dalam diam
dalam diam..
dan saat ini aku masih merindunya dalam diam.
dalam diam.
dan aku tetap terdiam. dalam diam.
dan pada akhirnya cinta dalam diam hanya akan selalu berakhir dalam diam.
dalam diam.

----------------------

sby, 18 Desember 2012. pk. 20.12
so how dare you to make me falling too deep into your eyes?











Tuesday, 29 January 2013

NEGERI PERMEN DAN ISTANA LANGIT

JATUH..
kamu tau rasanya jatuh?
terbang, melayang, mengguncah awang-awang
kemudian jatuh.. merasakan sakitnya sendirian!
dan ketika kau mencoba menggugah simpati teman-teman,
mereka hanya bilang "uh..kasihan....!!"


#####

"aku pernah melihat dunia permen. pohon pohon subur dengan daun berwarna merah muda. buah cherry yang manis tergeletak segar di sepanjang taman. Tak ada warna hitam. yang ada hanyalah bangunan berwarna warni. alamnya ceria dan tenang. penghuninya ramah dan selalu tertawa. tak ada tangisan. tak ada kesedihan. tak ada hiruk pikuk memusingkan. hanya ada kicau burung yang merdu di pagi hari. aroma permen tercium di semua sudut negeri. malam-malam damai dengan bintang berwarna-warni. langit berwarna biru keunguan dihiasi pernik bintang selaras dengan pelangi. bahagianya dirasakan semua orang se-antero negeri..", Loopy bercerita dengan sangat bangga di depan teman-temannya.
"beruntung sekali Loopy! kemarin siang aku melihatnya baru saja turun dari helikopter mini berwarna merah. ada lambang lollipopnya! aku iri kepadanya..",bisik makhluk gendut dan berambut keriting itu pada temannya yang ceking.

so how beatiful you are, dear Candy Land?
Ia banyak mendengar cerita tentang bahagia. ia rindu pada kebahagiaan yang selama ini orang-orang banggakan. termasuk kebahagiaan tak terkirakan tentang negeri permen yang Loopy ceritakan.

kebahagiaan. Ia tenggelam dalam lamunan tentang sebuah definisi kebahagiaan sejati.
dan tanpa berpikir panjang berkali-kali, ia tercerahkan dengan pemikirannya tentang hipotesis bahagia.

sebuah negeri yang damai diatas awan dengan keindahan surgawi tak terbayangkan. itulah istana langit diatas awan dengan ketinggian tak terbatas seperti yang diceritakan buku cerita Supernova.


semalaman larut ia berpikir bagaimana caranya terbang setinggi-tinggi menggapai awan tanpa batas dan menginjakkan kaki di Istana Langit yang indah yang konon singgasananya dihiasi cahaya Aurora.

Pagi yang penuh emosi. ia memantapkan diri untuk pergi terbang menuju istana impian.
ia mengepakkan sayapnya.. menatap awan yang menawarkan sejuta impian, menggantungkan seribu harapan.
eksperimen terbang dimulai. ia berhasil mendarat dengan selamat diatas atap-atap rumah. awan biru merayu, menawarkan kebahagiaan.  Jiwa tergoda, asa tergugah.
jiwanya bimbang, terlalu penasaran dengan Istana Langit yang dijanjikan awan.
ia berjuang lagi, terbang lagi.. semakin tinggi.
kali ini puncak gunung berhasil ditaklukan.
awan masih tinggi, kuasa biru Maha Luas masih menjadi mimpi. untuk ketiga kalinya ia mencoba terbang lagi. semakin tinggi, semakin jauh, semakin dingin.
makin tinggi, hiruk pikuk bumi mulai tak terdengar lagi.
tubuhnya yang mungil mulai tak kuat menahan gravitasi.
ada dua sosok yang berjuang: Ia dan Batinnya.
Langit menggantung sejuta mimpi. "lihat! sebentar lagi aku akan merasakan hal yang disebut Bahagia", bibir mungil itu berbisik meyakinkan jiwanya yang mulai putus asa.

akankah ia mampu terbang setinggi-tingginya untuk menggapai Istana Langit yang dijanjikan awan?
apakah suara usil makhluk lain yang berkata bahwa Istana Langit hanyalah bualan belaka itu benar adanya? dan lalu apakah ia akan kecewa? dan apakah ia akan terjatuh karena tak kuasa terbang setinggi tak terbatas? ataukah ia hanya akan tewas tragis miris tanpa prestise karena disambar halilintar?

(to be continued)


wanna read the next chapter of this sweet story? just click here baby..