oke and this is the next chapter of this beautiful story
***
Ia terbang lagi dan lagi.
sayap mungilnya dikepakkan dengan kuat berulang kali.
semakin tinggi dan semakin meninggi.
dan kali ini napasnya mulai tersengal tak kuasa menahan dingin yang ekstrim.
ia sampai pada ketinggian tak terbatas
awan putih seperti kapas tak terlihat
ia hanya menatap semesta Maha Luas berwarna biru tua.
tak ada bulan, tak ada bintang, dan tak terasa sengatan Matahari.
Ia terdiam.
ia optimis akan menemukan Istana Langit impian
namun,
ia kebingungan mencari jalan
ia melihat cahaya putih berjalan dari ufuk timur.
semakin lama semakin mendekat
ia pun tak sabar untuk menyergap
dan "sroootttt..." secepat kilat cahaya itu kini berdiri di depannya
bintang kejora rupanya.
"hai Ksatria mungil, apa yang kau lakukan di tempat ini?"
"aku sedang dalam misi pencarian"
"pencarian? apa yang kau cari di langit luas ini?"
"Istana Langit..", bintang kejora itu pun tertawa terbahak-bahak tak percaya
"makhluk bodoh! hal itu adalah bualan. sampai mati pun kau tak akan pernah menemukannya. Ksatria mungil yang rapuh, lebih baik kau pulang. lihatlah.. langit akan hujan."
"tapi aku.."
"berhenti bermimpi tentang Istana Langit bualan itu. kembalilah! sekarang juga! masih banyak kebahagiaan lain di luar sana"
dan Ksatria mungil itu terbang lagi, kali ini ia akan turun ke bumi.
langit menjadi mendung, halilintar mulai menyambar.
dan hujan pun turun.
ia lelah dan kemudian bersarang di puncak pohon Hyperion.
ia melihat burung Elang yang bijak menghampirinya.
"apa yang kau lakukan disini, ksatria? hari sedang hujan. pergilah mencari tempat yang aman."
"aku sedang dalam perjalanan pulang, aku sangat lelah dalam perjalanan panjang mencari Istana Langit dan aku tak punya pilihan lain untuk bersarang"
"apa? Istana Langit?"
"dan aku akan mencoba mencarinya lagi sampai aku menemukannya"
"berhenti mencari istana langit. terbanglah ke sebelah utara gunung Sylvania dan kau akan menemukan awan hitam"
"awan hitam? apa yang akan aku dapatkan di tempat itu?"
"kebahagiaan..", dan sekejap tanpa berbicara panjang burung Elang yang bijaksana itu bergegas pergi.
dan Ksatria mungil yang selalu penasaran itu terbang lagi ke arah gunung Sylvania.
ia sampai pada puncak gunung Sylvania.
ia melihat langit hitam yang kusam di sebelah utara.
ia terbang dan menghampiri awan hitam itu.
hujan semakin deras, halilintar menyambar.
terjadi bencana di negeri langit sebelah utara.
ia melihat para pendekar langit berbondong-bondong mendorong awan hitam berpindah dari negerinya.
Ksatria mungil yang gagah berani dengan lantang berucap, "tak ada yang bisa memindah awan hitam ini. kondisi semakin ekstrim. hujan semakin deras.."
"hai kau orang asing, tau apa kau soal awan hitam yang menyebalkan ini? pergilah saja. jangan ikut campur..", ucap salah seorang pendekar langit yang gempal.
"aku tau banyak soal ini.. kalian tak akan bisa mendorongnya pergi. aku bisa menyelesaikan semuanya untuk menyelamatkan negerimu yang terkena bencana"
"bagaimana kalau kita memberi Ksatria mungil ini kesempatan?", bisik salah seorang pendekar langit yang masih muda.
"baiklah, aku akan memberimu kesempatan. lalu selesaikan masalah ini sebelum hari semakin larut malam..", ucap seorang kapten pendekar langit.
"baiklah.. kita tak punya pilihan lain selain memanggil Dewa Matahari. hanya Sang Dewa Matahari yang kuat dan perkasa yang mampu menyinari semesta dan dengan kekuatannya ia mampu mengusir awan mendung, halilintar dan termasuk huajan.", ucap Ksatria mungil yang gagah berani.
"baiklah mari kita pergi menuju Dewa Matahari sebelum ia tertidur lagi..",lanjut Ksatria mungil yang kini berperan sebagai pemimpin pasukan.
dan mereka semua pun berbondong-bondong pergi menuju Dewa Matahari.
setelah negosiasi dan perbincangan yang panjang, akhirnya Dewa Matahari ikut pergi bersama pendekar langit.
awan hitam pun disengat cahaya Matahari.
perlahan-lahan awan hitam pun memudar, air hujan mereda dan halilintar mulai menghilang.
cahaya putih Matahari yang dibiaskan air hujan pun memancarkan pantulan sinar yang Indah.
Merah-Jingga-Kuning-Hijau-Biru-Nila-dan Ungu
membentang terlukis indah di angkasa membentuk sebuah lengkungan yang sempurna.
semua orang se-antero negeri menjadi bahagia.
beberapa orang tua tersenyum dengan mata berkaca-kaca.
semua anak kecil tertawa dan melompat kegirangan.
semua orang bertepuk tangan
| what makes you beautiful, dear Rainbow ? |
Ksatria mungil diarak oleh pendekar langit menuju rumah pemimpinnya.
pemimpin negeri langit sebelah utara yang tua itu pun memeluk Ksatria mungil.
"kami sudah merasakan penderitaan awan hitam ini dalam waktu yang cukup lama. terima kasih Ksatria mungil yang tangguh, inilah hadiahmu.."
semua mata tertuju pada sebuah ruang di sudut rumah Pemimpin negeri langit yang megah.
dan seketika...
sosok jelita dengan kulit putih dan halus seperti awan, lambut hitam legam yang eksotis seperti malam gelap tanpa bintang, dan raut wajah indah dengan tatapan yang agung menggambarkan sosok Dewi Aurora. ia memukau semua mata dengan mahkota kristal es abadi yang melekat di kepalanya.
semua mata terpana.
cantik luar biasa, menggemparkan dunia.
Dewi Aurora tersenyum manis pada semua orang.
pandangannya dialihkan pada sosok Ksatria mungil yang sejak tadi berdiam berdiri terpaku yang terpesona pada kecantikannya.
Dewi Aurora menghampirinya.
Ksatria mungil menyambutnya dengan genggaman tangan yang hangat.
Ksatria mungil merasakan degupan jantung yang berlari seperti marathon.
perasaan tak terlukiskan membuatnya secara refleks tak mampu menahan rasa senang yang berlebihan.
lalu ia berbisik, "inilah yang aku sebut kebahagiaan yang sesungguhnya.."
dan akhirnya Ksatria mungil dan Dewi Aurora pun menikah. mereka dikaruniai seorang putri memesona yang selalu memberi kebahagiaan kepada semua orang yang bernama Puteri Pelangi.
dan mereka hidup bahagia bersama selama-lamanya..
-THE END-
*******
Dan itulah makna sebuah kebahagiaan.
Kawan, ingatlah...
Kebahagiaan bukanlah sesuatu yang kau cari, tapi kebahagiaan adalah sesuatu yang kau dapatkan dari sebuah ketulusan.
kebahagiaan akan terwujud bersama orang-orang yang tulus menjalani hidup.
dan yakinlah..
SETELAH HUJAN SELALU ADA PELANGI.
Abstract Notes,
Best Regards,
a Happiness Catcher,
Lovely Writer,
ELIN ANGELIA.