"Cinta adalah gue tau kalo lo nyolong coklat gue, tapi gue tetep nyimpen coklat yang sama tiap harinya"
kata-kata itu membuatku tersadar bahwa ada filosofi hati dalam sekotak coklat yang ia curi.
****
Cinta itu seperti mencuri
sekotak coklat
Cinta adalah ketika aku tau
bahwa kamulah orang yang mencuri sekotak coklat ku, tetapi walau begitu aku
akan tetap menyimpan coklat itu di tempat yang sama setiap harinya.
Jadi itulah cinta
Cinta itu seperti mencuri
sekotak coklat,
walau kamu tau itu adalah suatu bentuk kesalahan, tapi kamu
selalu mau membuat kesalahan itu lagi.
Jadi, Cinta itu mengambil
hati, mencurinya dan terkadang tak pernah meminta ijin kepada yang punya.
Cinta itu seperti mencuri
sekotak coklat,
Kamu mengambil coklat itu
karena kamu suka.
Ya... karena kamu suka, dan kamu
enggak pernah bisa berhenti buat enggak mencurinya.
Dan bahkan kamu selalu bisa
mencuri coklat itu di tempat yang sama.
Ya, sekotak coklat yang sama yaitu
sekeping hati yang sama, dan orang yang sama.
Cinta itu seperti mencuri
sekotak coklat,
cinta itu take and gift.
Mau blak-blakan ngaku udah nyuri sekotak coklat atau enggak itu pilihan.
Cinta itu seperti menyimpan
sekotak coklat di tempat yang sama walau kamu tau coklat itu bakalan selalu dicuri
olehnya.
Itulah cinta, memberi….
selalu rela untuk memberi dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
Cinta gak butuh
pengakuan, Cinta itu keikhlasan.
Tak perlu menangkap basah siapa yang telah mencurinya
karena cinta bukan sekedar ungkapan.
Cinta itu memberi, bahkan
dengan cara bersembunyi.
Cinta itu sebenarnya
mengasihi, bahkan dengan cara pura-pura tak peduli.
Cinta itu mengagumi, walau
terkadang ia terlihat menutup mata dan pura-pura tuli.
Cinta itu itu sensasi bahagia
dalam rasa, hingga membuat pelakunya jadi gila.
Di sisi lain Cinta mungkin kesalahan,
tapi ada jiwa-jiwa yang susah melepaskan.
Dan terkadang cinta hanyalah
koneksi kuat, hebat dan tak terkendali antara dua jiwa yang tak pernah saling mengaku walau mereka berdua tau bahwa mereka harusnya bisa menyatu.
Mereka hanya sedang kasmaran
sendirian dalam diam, dalam omong kosong, dalam sepi, dalam bisu, dalam
kesederhanaan filosofi mencuri sekotak coklat di tempat yang sama.
Hati yang
sama, dan tak pernah berubah...
Dan…
Ada rahasia di balik ini
semua,
Cinta memang seperti mencuri
sekotak coklat di tempat yang sama.
Namun sejujurnya cinta itu hanya
datang karena terbiasa. Kenapa kita selalu mencari coklat di tempat yg sama?
jawabannya karena kita sudah "terbiasa".
Jujur saja, Sebenarnya kita selalu
bisa berpindah.
Tetapi ada beberapa jiwa di luar sana yang masih yakin bahwa coklat
favoritnya tidak benar-benar pindah.
Lihat dunia, ini realita.
Ketika kamu tak lagi
menemukan coklat favoritmu di tempat yang sama, cari coklat itu di tempat lain
saja.
Tapi ketika kamu sudah lelah
dan tak pernah menemukannya,
Berhentilah lalu berdoa.
Ikuti skenario-Nya dan selalu
yakin kepada-Nya.
Siapa tau tiba-tiba akan ada
yang datang padamu dengan membawa sekotak coklat yang lebih enak daripada
coklat sebelumnya :)
*****
p.s:
this is a special present for all my V.I.P (Very Important Person)
bestfriends, family and the most the important is You!
happy valentine's, but i love you everyday :*
*****
p.s:
this is a special present for all my V.I.P (Very Important Person)
bestfriends, family and the most the important is You!
happy valentine's, but i love you everyday :*
