Thursday, 13 February 2014

Cinta itu Seperti Mencuri Sekotak Coklat

suatu siang pada 13 Februari 2014 tidak sengaja aku menemukan tulisan ini di twitter Mikha Angelo :D

"Cinta adalah gue tau kalo lo nyolong coklat gue, tapi gue tetep nyimpen coklat yang sama tiap harinya"

kata-kata itu membuatku tersadar bahwa ada filosofi hati dalam sekotak coklat yang ia curi.

****

Cinta itu seperti mencuri sekotak coklat

Cinta adalah ketika aku tau bahwa kamulah orang yang mencuri sekotak coklat ku, tetapi walau begitu aku akan tetap menyimpan coklat itu di tempat yang sama setiap harinya.

Jadi itulah cinta
Cinta itu seperti mencuri sekotak coklat,
walau kamu tau itu adalah suatu bentuk kesalahan, tapi kamu selalu mau membuat kesalahan itu lagi.
Jadi, Cinta itu mengambil hati, mencurinya dan terkadang tak pernah meminta ijin kepada yang punya.

Cinta itu seperti mencuri sekotak coklat,
Kamu mengambil coklat itu karena kamu suka.
Ya... karena kamu suka, dan kamu enggak pernah bisa berhenti buat enggak mencurinya. 
Dan bahkan kamu selalu bisa mencuri coklat itu di tempat yang sama. 
Ya, sekotak coklat yang sama yaitu sekeping hati yang sama, dan orang yang sama.

Cinta itu seperti mencuri sekotak coklat,
cinta itu take and gift.
Mau blak-blakan ngaku udah nyuri sekotak coklat atau enggak itu pilihan.


Cinta itu seperti menyimpan sekotak coklat di tempat yang sama walau kamu tau coklat itu bakalan selalu dicuri olehnya.
Itulah cinta, memberi…. selalu rela untuk memberi dengan ikhlas dan tanpa pamrih. 
Cinta gak butuh pengakuan, Cinta itu keikhlasan. 
Tak perlu menangkap basah siapa yang telah mencurinya karena cinta bukan sekedar ungkapan.

Cinta itu memberi, bahkan dengan cara bersembunyi.
Cinta itu sebenarnya mengasihi, bahkan dengan cara pura-pura tak peduli.
Cinta itu mengagumi, walau terkadang ia terlihat menutup mata dan pura-pura tuli.
Cinta itu itu sensasi bahagia dalam rasa, hingga membuat pelakunya jadi gila.

Di sisi lain Cinta mungkin kesalahan, tapi ada jiwa-jiwa yang susah melepaskan.
Dan terkadang cinta hanyalah koneksi kuat, hebat dan tak terkendali antara dua jiwa yang tak pernah saling mengaku walau mereka berdua tau bahwa mereka harusnya bisa menyatu.
Mereka hanya sedang kasmaran sendirian dalam diam, dalam omong kosong, dalam sepi, dalam bisu, dalam kesederhanaan filosofi mencuri sekotak coklat di tempat yang sama. 
Hati yang sama, dan tak pernah berubah...


Dan…
Ada rahasia di balik ini semua,

Cinta memang seperti mencuri sekotak coklat di tempat yang sama.
Namun sejujurnya cinta itu hanya datang karena terbiasa. Kenapa kita selalu mencari coklat di tempat yg sama? jawabannya karena kita sudah "terbiasa".
Jujur saja, Sebenarnya kita selalu bisa berpindah. 
Tetapi ada beberapa jiwa di luar sana yang masih yakin bahwa coklat favoritnya tidak benar-benar pindah.


Lihat dunia, ini realita.
Ketika kamu tak lagi menemukan coklat favoritmu di tempat yang sama, cari coklat itu di tempat lain saja.
Tapi ketika kamu sudah lelah dan tak pernah menemukannya,
Berhentilah lalu berdoa.
Ikuti skenario-Nya dan selalu yakin kepada-Nya.
Siapa tau tiba-tiba akan ada yang datang padamu dengan membawa sekotak coklat yang lebih enak daripada coklat sebelumnya :)


*****

p.s:
this is a special present for all my V.I.P (Very Important Person)
bestfriends, family and the most the important is You!
happy valentine's, but i love you everyday :*