Saturday, 19 April 2014

Belenggu



Awalnya kami hanyalah
Dua insan, yang berjalan di jalan yang berbeda
Lalu kami ditakdirkan untuk bertemu di persimpangan

entah mengapa aku merasa....
ada sesuatu yang mengikat
Semakin erat, semakin aku lemah tak berdaya
terjatuh dalam kilau aura layaknya candu asmara.

seperti kilat, sesaat dan singkat
Yang aku tau, waktu membuat
sinar mata kami bertemu, berhenti, dan berlabuh.
Dan kemudian kami tenggelam
Terjebak dalam keindahan gejolak batin yg tak menentu.

Dua insan yang berdiri di persimpangan jalan
Saling manatap, tanpa mengucap.
Saling mengagumi, tanpa mengungkap.
Tak ada sepatah kata, tapi jelas terbaca...
Bahwa kami saling jatuh cinta.

Malam terlelap, Matahari terjaga
Mengembalikan kami pada realita
Kami seharusnya ada di jalan yang berbeda
Kami berpaling, menatap kembali jalan yang menawarkan sejuta mimpi
Jalan kami, tempat dimana harusnya kami menapaki.
Langkah kaki yang berat, mengayun meninggalkan degupan jantung yang berdetak tanpa terkendali

Kudengar, ia berbisik

"Thanks God, finally i meet  her"

Waktu seolah berhenti
Aku menghentikan langkah kaki
Seolah duri menikam relung hati.
Dan kemudian aku menanamkan sugesti 
bahwa kami berdua punya misi.
untuk harus berjalan lagi
di jalan yang berbeda bersama asa menggenggam mimpi.

Jalan masih panjang
Dan mirisnya, aku tak punya nyali
Untuk kembali menoleh ke belakang.
Atau bahkan menatap punggungnya yg berjalan menjauh
karena aku yakin ia tak akan merenggangkan lengan
Untuk mengisyaratkan pelukan.
Karena harapan itu dibelenggu...
oleh perbedaan.




we don't meet people by accident,
they meant to cross our path for a reason



P.S.
I wrote this, dedicated for you "the best thing i never had"
You often come in my dreams nowadays... with the same sight and the same feelings.
Bed Dream Bad Dream and a Great Dream
Thanks for Ever Exist in my Life.
I miss you.....