Kisah alam selalu bercerita,
Bagaimana daun membutuhkan embun
Bagaimana bunga membutuhkan kumbang
Dengan segala filosofi yang muncul di dunia ini
Maka bukalah mata telinga dan hati,
Dan bahkan untuk mengetahui bahwa,
Riak gemercik ombak pun bercerita
Tentang bagaimana ia mampu menyeret bebatuan
jauh dari tempatnya semula,
Walau sesungguhnya
Batuan tak pernah meminta
Untuk terseret oleh kuatnya ombak lautan
Batuan tak pernah meminta
Akan terbuang jauh dari tahtanya
Walaupun batuan selalu bangga
Akan setiap partikel kuat yang tersimpan dalam beratnya
Dalam setiap mantra kuat yang disugestikan untuk kekuatannya
Hingga ombak datang
Dan ombak tak pernah punya alasan
Untuk menyeret batuan hingga ia karam
Batuan pun juga tak punya waktu untuk kompromi,
Menolak atau menyepakati
Yang jelas kali ini....
Ia tak lagi berdiri di singgasananya lagi
Bagaimana daun membutuhkan embun
Bagaimana bunga membutuhkan kumbang
Dengan segala filosofi yang muncul di dunia ini
Maka bukalah mata telinga dan hati,
Dan bahkan untuk mengetahui bahwa,
Riak gemercik ombak pun bercerita
Tentang bagaimana ia mampu menyeret bebatuan
jauh dari tempatnya semula,
Walau sesungguhnya
Batuan tak pernah meminta
Untuk terseret oleh kuatnya ombak lautan
Batuan tak pernah meminta
Akan terbuang jauh dari tahtanya
Walaupun batuan selalu bangga
Akan setiap partikel kuat yang tersimpan dalam beratnya
Dalam setiap mantra kuat yang disugestikan untuk kekuatannya
Hingga ombak datang
Dan ombak tak pernah punya alasan
Untuk menyeret batuan hingga ia karam
Batuan pun juga tak punya waktu untuk kompromi,
Menolak atau menyepakati
Yang jelas kali ini....
Ia tak lagi berdiri di singgasananya lagi
Ada gemercik ombak yang mengusik bebatuan,
menggelora dan mengejutkan,
Dan inilah kenyataannya
Seperti realita yang tersimpan dalam segenap batin manusia
Tentang bagaimana putus asa,
Akan selalu menimpa tiba tiba
Dalam hati yang mulai lelah
Hingga mampu mengikis sisi realitasnya
menggelora dan mengejutkan,
Dan inilah kenyataannya
Seperti realita yang tersimpan dalam segenap batin manusia
Tentang bagaimana putus asa,
Akan selalu menimpa tiba tiba
Dalam hati yang mulai lelah
Hingga mampu mengikis sisi realitasnya
Putus asa meradang
Dalam jiwa-jiwa yang kesakitan
Yang sudah lama dirundung kesepian
Tanpa jawab dalam segala kejelasan
Dalam jiwa-jiwa yang kesakitan
Yang sudah lama dirundung kesepian
Tanpa jawab dalam segala kejelasan
Putus asa tak pernah bisa dipungkiri
Membuat seperangkat semangat itu tercabik lagi
Kala semangat itu mati suri,
Putus asa akan hidup lagi
Dalam sepi, akan datang menghantui
Memadamkan misi yang berapi api
Menggoncang zona nyaman yg kau pijaki
Membuatmu berpikir untuk pergi dan berlari
Dari tempat dimana saat ini engkau berdiri
Membuat seperangkat semangat itu tercabik lagi
Kala semangat itu mati suri,
Putus asa akan hidup lagi
Dalam sepi, akan datang menghantui
Memadamkan misi yang berapi api
Menggoncang zona nyaman yg kau pijaki
Membuatmu berpikir untuk pergi dan berlari
Dari tempat dimana saat ini engkau berdiri
Maka terkadang,
Putus asa tak pernah punya solusi
Ia hanya datang, kemudian pergi
Menyisakan dilema dalam sepi
Pun, kau tak pernah punya inspirasi
Kemana lagi harus mencari
Hingga kau sadar kemana harus kembali
Dan kau menggantungkan inginmu dalam sunyi
kau panjatkan harap pada Sang pujaan hati
Ia hanya datang, kemudian pergi
Menyisakan dilema dalam sepi
Pun, kau tak pernah punya inspirasi
Kemana lagi harus mencari
Hingga kau sadar kemana harus kembali
Dan kau menggantungkan inginmu dalam sunyi
kau panjatkan harap pada Sang pujaan hati
Lalu putus asa akan pergi
Memudar, perlahan tapi pasti
Kemudian asamu bangkit lagi
Bersama keajaiban yang selalu engkau yakini
Mimpimu akan selalu dirodhoi Illahi
Memudar, perlahan tapi pasti
Kemudian asamu bangkit lagi
Bersama keajaiban yang selalu engkau yakini
Mimpimu akan selalu dirodhoi Illahi
Dan jika tujuan itu gagal lagi
Hingga putus asa kembali merundung sepi
Kamu masih punya hati
Yang akan menunjukkan jalan untuk kembali
Pada hal lain yang lagi lagi akan kau yakini
Bahwa sang pemimpi ulung ini,
Mungkin tak mendapat kebahagiaannnya hari ini
Tapi ada satu hal yang kau percayai
Ada skenario lain dari Sang Illahi.
Hingga putus asa kembali merundung sepi
Kamu masih punya hati
Yang akan menunjukkan jalan untuk kembali
Pada hal lain yang lagi lagi akan kau yakini
Bahwa sang pemimpi ulung ini,
Mungkin tak mendapat kebahagiaannnya hari ini
Tapi ada satu hal yang kau percayai
Ada skenario lain dari Sang Illahi.
"Karena hidup selalu penuh kejutan.
Kau tak pernah tau sebelum kau mencoba untuk selalu berjalan"
- Elin Angelia
- Elin Angelia