Saturday, 21 November 2015

Koneksi Nelangsa

Waktu terus berjalan,
Fase kehidupan akan membawamu pada tahap kehilangan.
Aku pernah mengalami kehilangan, rasanya memang menyakitkan.
But as i grow i realize that:
Good things never last.

And i dedicate this thing for you..
The one who lost their very very important things.

------

Aku tidak mampu memahami bagaimana detail perasaanmu saat ini
Yang pasti membiru, aku tau..
Aku tidak mampu merasakan gemuruh yang berkecamuk di dadamu saat ini
Yang jelas sangat menikam jantungmu, aku tau..
Aku tidak akan pernah mengerti beban apa yang meradang di kepalamu
Tapi yang jelas aku yakin bahwa kini kamu merasa langit dan seisinya runtuh

Perlahan ditinggalkan,
aku yakin kamu mulai merasa berdiri sendirian
Mungkin bagimu..
dunia mulai terlihat terlalu besar, angin malam terlalu dingin, bintang bintang mulai menghilang, dan ombak lautan terlalu kencang untuk ditaklukkan.

Ada banyak doa yang mungkin tidak akan bisa tersampaikan.
Semoga semesta berkonspirasi untuk menempatkanmu di tempat yang membahagiakan, mengantarmu meraih semua yang kamu inginkan.
Semoga takdir tidak akan pernah mengkhianati doa dan harapan
Semoga masa depan menjanjikan pencapaian yang akan membuat mu hebat dan tak terkalahkan

As we ever learned from business man, life is like a win win solution
When you lose something, you should win a new one.

Masih ada banyak kebahagiaan di masa depan yang masih bisa diselamatkan
Yakinlah bahwa kamu tidak benar-benar sendirian
terlalu menyedihkan, memang..
tapi tolong pilihlah untuk tetap tegar
Karena bagiku.....
kamu sudah terlanjur bersinar
Aku adalah pengagum terbesar,
jangan biarkan sinarmu memudar
Maka buktikanlah kepadaNya bahwa sabarmu tidak ada batasnya.

(You are my inspiration and i owe so much things from you)

I beg you to keep shining. please keep shining...

November, 22th 2015

#notedtomyself

(Supported song: Fix You by Coldplay)

Thursday, 20 August 2015

Sajak Amburadul

Siapa bilang sabar itu ada batasnya?
Jika engkau masih berfikir bahwa sabar itu berbatas, itu artinya engkau belum mengerti hakikat sabar yang sebenarnya.

------

Aku sudah berjalan, sejauh yang aku bisa.
Aku sudah berusaha, menjadi bintang yang paling berharga.
Aku sudah mencoba, menjadi yang paling berkilau dalam malam gelap gulita
Lalu akan ku ceritakan intisari dari perjalan ini..
Perjalanan bersambut mimpi bermodal percaya diri...
Memang tak segersang gurun sahara.
Memang aku tak berjalan dalam halusinasi fatamorgana.
Memang masih ada kolam air disana.
DIA selalu ada, DIA lah yang Maha Bijaksana.
Aku percaya bahwa tidak ada ujian yang akan membebani di luar kapasitasku sebagai manusia
Tapi....
Ijinkan kali ini aku mengeluh, dan membuatmu semakin ingin tau tentang perjalananku.
Karena kau tak pernah tau, berapa banyak batu yang menyandungku.
Tak ada yang mengerti, se-lelah apa aku mendaki.
Tak ada yang memahami, bagaimana aku menapaki nya sendiri.
Karena yang paling memberatkan dalam perjalanan ini adalah jiwaku berjuang sendiri.
Sementara semangatku berkobar terlalu tinggi.
Karena ada tujuan yang selalu membayangi.

Di sela perjalanan ini,
Syukur sudah aku panjatakan berkali-kali.
Berdecak kagum tiada henti, setiap kali merasakan nikmat yang tak pernah terganti.
Satu hal yang pasti,
Walau aku tak tau apa yang akan ku temui di puncak nanti
Aku terus berjalan, mengantongi iman sebagai senjata.
Membawa sabar yang selalu ku yakinkan bahwa yang satu ini tidak ada batasnya.
Aku percaya bahwa ada sesuatu disana yang akan bersambut bahagia.
Melukis indah di awan bersama aurora.
Bersambut senyum bintang-bintang kejora.

Aku paham, bahwa sejatinya tidak ada manusia yang berjalan sendirian.
Tapi di dalam sepi yang tak terjelaskan, aku merasa kesepian.
Dalam diam aku menemukan jawaban, ternyata aku masih berjuang sendiri.
Aku terus mencari...
siapa yang akan menemaniku hingga ke puncak tertinggi?

Mungkin dirimu, yang sedang membaca sajak amburadul ini :)