Siapa bilang sabar itu ada batasnya?
Jika engkau masih berfikir bahwa sabar itu berbatas, itu artinya engkau belum mengerti hakikat sabar yang sebenarnya.
------
Aku sudah berjalan, sejauh yang aku bisa.
Aku sudah berusaha, menjadi bintang yang paling berharga.
Aku sudah mencoba, menjadi yang paling berkilau dalam malam gelap gulita
Lalu akan ku ceritakan intisari dari perjalan ini..
Perjalanan bersambut mimpi bermodal percaya diri...
Memang tak segersang gurun sahara.
Memang aku tak berjalan dalam halusinasi fatamorgana.
Memang masih ada kolam air disana.
DIA selalu ada, DIA lah yang Maha Bijaksana.
Aku percaya bahwa tidak ada ujian yang akan membebani di luar kapasitasku sebagai manusia
Tapi....
Ijinkan kali ini aku mengeluh, dan membuatmu semakin ingin tau tentang perjalananku.
Karena kau tak pernah tau, berapa banyak batu yang menyandungku.
Tak ada yang mengerti, se-lelah apa aku mendaki.
Tak ada yang memahami, bagaimana aku menapaki nya sendiri.
Karena yang paling memberatkan dalam perjalanan ini adalah jiwaku berjuang sendiri.
Sementara semangatku berkobar terlalu tinggi.
Karena ada tujuan yang selalu membayangi.
Di sela perjalanan ini,
Syukur sudah aku panjatakan berkali-kali.
Berdecak kagum tiada henti, setiap kali merasakan nikmat yang tak pernah terganti.
Satu hal yang pasti,
Walau aku tak tau apa yang akan ku temui di puncak nanti
Aku terus berjalan, mengantongi iman sebagai senjata.
Membawa sabar yang selalu ku yakinkan bahwa yang satu ini tidak ada batasnya.
Aku percaya bahwa ada sesuatu disana yang akan bersambut bahagia.
Melukis indah di awan bersama aurora.
Bersambut senyum bintang-bintang kejora.
Aku paham, bahwa sejatinya tidak ada manusia yang berjalan sendirian.
Tapi di dalam sepi yang tak terjelaskan, aku merasa kesepian.
Dalam diam aku menemukan jawaban, ternyata aku masih berjuang sendiri.
Aku terus mencari...
siapa yang akan menemaniku hingga ke puncak tertinggi?
Mungkin dirimu, yang sedang membaca sajak amburadul ini :)