Monday, 1 July 2019

Jera


Kau pikir rasaku tetap,
Yang ada aku sudah muntab.
Kau pikir rasaku masih sama
Sebenarnya getar itu sudah tak lagi ada

Kau pikir senyumku masih bermakna
Nyatanya sudah tak lagi bernyawa
Bagimu, cerita ini masih sama indahnya
Maaf, aku sudah jera dengan semuanya.

Semakin hari semua terasa bias
Aku tak selera untuk menuntut jelas
Kau bilang bahagiamu aku
Bagiku bahagiaku palsu

Sinarku redup,
Bersamamu aku tak pernah hidup
Beritahu aku bagaimana caranya lepas?
Melihatmu membuatku seolah terjebak pada batas

Aku ingin pergi
Berlari jauh tak akan kembali
Jiwa ini sudah lelah mengingkari
Asmaraku tak pernah lagi berapi-api

Mungkin aku harus cari alasan
Agar bagimu tak ada pilihan selain melepaskan

17/10/2018


catatan kaki.

(menemukan draft tulisan ini, membaca ulang mampu membuatku melayang.
masih terus berpikir dan mengorek, seolah ada memori yang hilang.
kok lupa, ya? ada apa, ada nama siapa?
tulisannya bernyawa, rasanya aku sudah lupa bahwa aku pernah patah dan sakit jiwa. hehe)