Kau pikir
rasaku tetap,
Yang ada
aku sudah muntab.
Kau pikir
rasaku masih sama
Sebenarnya
getar itu sudah tak lagi ada
Kau pikir
senyumku masih bermakna
Nyatanya
sudah tak lagi bernyawa
Bagimu, cerita ini masih sama indahnya
Maaf, aku
sudah jera dengan semuanya.
Semakin
hari semua terasa bias
Aku tak
selera untuk menuntut jelas
Kau bilang
bahagiamu aku
Bagiku
bahagiaku palsu
Sinarku
redup,
Bersamamu
aku tak pernah hidup
Beritahu
aku bagaimana caranya lepas?
Melihatmu
membuatku seolah terjebak pada batas
Aku ingin
pergi
Berlari
jauh tak akan kembali
Jiwa ini
sudah lelah mengingkari
Asmaraku
tak pernah lagi berapi-api
Mungkin aku
harus cari alasan
Agar bagimu
tak ada pilihan selain melepaskan
17/10/2018
catatan kaki.
(menemukan draft tulisan ini, membaca ulang mampu membuatku melayang.
masih terus berpikir dan mengorek, seolah ada memori yang hilang.
kok lupa, ya? ada apa, ada nama siapa?
tulisannya bernyawa, rasanya aku sudah lupa bahwa aku pernah patah dan sakit jiwa. hehe)