Tuesday, 27 December 2016

Aku takut

Aku takut,
Jika cita-cita yang sudah ku khayalkan tinggi-tinggi,
Akan tertinggal sebagai mimpi

Jika  semangat yang kurajut dengan berapi-api,
Akan berakhir tak berarti.

Kemudian hanya tinggal ku baca lagi tulisan ini,
Aku masih begini,
Tak tersisa, tanpa arti.

Bak pedang yang menghunus ulu hati...
Menyakitkan sekali.

Aku ingin meninggalkan ketakutan ini,

Aku ingin meninggalkan ketakutan ini.

Bantu aku meninggalkan ketakutan ini.

Friday, 2 December 2016

Mengusik Memori

Aku benci,
Ketika harus terkenang lagi...
Masa lalu yang sudah menjadi memori
Sesuatu yang kusimpan menjadi cerita inspirasi,
Kini malah terusik kembali.

Sudah ku bilang, tolong jangan merindu!
Hari-hariku akan tiba-tiba menjadi sendu.
Kau tau...
Ketika kukenang lagi senyum itu..
Gundah akan menjangkiti seluruh isi jiwaku,
Gulana akan kembali bergejolak membuncah dadaku.

Waktu telah mencuri semuanya
Degupan jantung yang menyesakkan jiwa,
Potret sosokmu dan sorot mata yang membuatku menggila.
Hanya hilang, tak tersisa.

Waktu benar-benar telah merenggut semuanya.
Dan kemudian hanya ada aku...
aku tanpamu...

Kembali.. ku kenang lagi,
Sungguh kali ini..
Aku tersisa dengan mimpi yang tak lagi sama.
Aku terjebak dengan pencapaian yang tak berarti apa-apa.

Aku pernah berjanji
Akan mendaki puncak yang kau pijaki
Tapi apalah arti mimpi ini
Jika aku masih saja bertahan disini...
Dengan menggenggam mimpi yang tak kunjung terealisasi

Aku tersisa tanpa apa-apa.
Aku tersisa tak menjadi siapa-siapa.
Aku tersisa sebagai aku...

Aku yang sama,
Aku yang lelah...
Karena terus-terusan dikhianati usaha.

-----

sajak ini didedikasikan untuk para perindu,
yang ditinggalkan terlalu jauh.
percayalah, dia sedang melihatmu dari atas sana, dari surga :)

*

teruntuk hati yang terus berdoa, teruntuk jiwa yang tak berhenti berusaha. Apa kau yakin akan menyerah?

(Surabaya, 03 Desember 2016. 09:40)

Wednesday, 30 November 2016

Bertahan Tanpa Alasan

Kau tau sayang, apa yang lebih menyakitkan dari putus cinta?

Adalah perasaan dimana...

Kau tetap bertahan, walau kau sadar kau tak punya alasan,

Tak pernah punya tujuan untuk apa menunggu.

Tak pernah punya jawaban untuk apa berharap.

Kau juga tak pernah tau,

Sampai kapan akan berhenti

Atau membalikkan badan untuk meninggalkannya pergi

Atau sampai di titik mana kau berlari dan mendapatkan apa yang kau yakini.

Kau hanya berjalan, terus berjalan walau tak kunjung menemui kepastian.

Kau mungkin berkata, "Aku baik-baik saja, aku masih bertahan"

Namun sebenarnya, rasanya pasti menyakitkan, ya kan?

save me, sadly...

Ada bagian dari batinku yang rapuh,

Retak...

Hampir hancur, tapi tak benar-benar hancur.

Sisi optimis yang mati-matian ku selamatkan utuh, kini terancam.

Kau yang selalu bilang "Ku mohon, jangan menyerah"

Dan kini dengan segenap hati yang hampa, ingin ku katakan "Aku lelah dan siap kalah."

-Surabaya, 01.12.16-