Aku benci,
Ketika harus terkenang lagi...
Masa lalu yang sudah menjadi memori
Sesuatu yang kusimpan menjadi cerita inspirasi,
Kini malah terusik kembali.
Sudah ku bilang, tolong jangan merindu!
Hari-hariku akan tiba-tiba menjadi sendu.
Kau tau...
Ketika kukenang lagi senyum itu..
Gundah akan menjangkiti seluruh isi jiwaku,
Gulana akan kembali bergejolak membuncah dadaku.
Waktu telah mencuri semuanya
Degupan jantung yang menyesakkan jiwa,
Potret sosokmu dan sorot mata yang membuatku menggila.
Hanya hilang, tak tersisa.
Waktu benar-benar telah merenggut semuanya.
Dan kemudian hanya ada aku...
aku tanpamu...
Kembali.. ku kenang lagi,
Sungguh kali ini..
Aku tersisa dengan mimpi yang tak lagi sama.
Aku terjebak dengan pencapaian yang tak berarti apa-apa.
Aku pernah berjanji
Akan mendaki puncak yang kau pijaki
Tapi apalah arti mimpi ini
Jika aku masih saja bertahan disini...
Dengan menggenggam mimpi yang tak kunjung terealisasi
Aku tersisa tanpa apa-apa.
Aku tersisa tak menjadi siapa-siapa.
Aku tersisa sebagai aku...
Aku yang sama,
Aku yang lelah...
Karena terus-terusan dikhianati usaha.
-----
sajak ini didedikasikan untuk para perindu,
yang ditinggalkan terlalu jauh.
percayalah, dia sedang melihatmu dari atas sana, dari surga :)
*
teruntuk hati yang terus berdoa, teruntuk jiwa yang tak berhenti berusaha. Apa kau yakin akan menyerah?
(Surabaya, 03 Desember 2016. 09:40)