awalnya, aku hanyalah seorang muslim biasa. yes, a common muslim... terlahir dari keluarga muslim, percaya bahwa Tuhan hanyalah Allah... Allah semata.
muslim biasa yang sholatnya masih bolong-bolong,
wanita muslim yang baru memutuskan berjilbab saat duduk di semester tiga bangku kuliah, saat itu berusia 19 tahun.
masih menggunakan jilbab hanya karena ketukan hati. karena berjilbab adalah kewajiban. sebatas kewajiban, walau terus mempertanyakan
"kenapa harus berjilbab, sih?".
sebelumnya, aku hanyalah manusia yang mengenal Allah tanpa memahami atau bahkan mencintai-Nya.
aku hanya berusaha mematuhi perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya walau dalam hati selalu mengucap
"mengapa? kenapa aku harus melakukan semua ini?"
aku juga percaya, bahwa Allah lah satu-satunya tempat meminta dan tempat bergantung. banyak do'a kupanjatkan, kemudian terbukalah jalan. aku percaya ini semua terjadi karena Allah yang mengaturnya. aku tau cara kerja bagaimana manusia harus berdoa hingga waktu menjawab semuanya. namun lubuk hati terdalam selalu mempertanyakan,
"dimana Allah?"
aku gagal memahami makna penghambaan yang sebenarnya.
dan aku hanyalah seorang gadis yang selalu membaca dunia. dalam hening, dalam kesendirian, aku selalu mempertanyakan makna hidup ini. aku sering mempertanyakan tentang ketuhanan, tentang keberadaan Allah.
"benarkah surga itu ada? apakah itu hanyalah bualan belaka agar semua manusia berbuat baik?"
"lalu, kenapa aku harus berbuat baik? Mengapa guru-guru yang mulia selalu mengajarkan untuk berbuat kebaikan?"
dan banyak sekali pertanyaan yang terus berputar-putar di kepalaku...
aku menemukan banyak sekali teman-teman non muslim dan mereka sangat rajin beribadah dan selalu berbuat baik.
pernah, aku bertanya ke salah seorang sahabatku,
"kalau ada seorang ahli ibadah, dia selalu berbuat baik, namun dia non muslim. seperti misalnya pastur dan pendeta. apakah dia akan masuk surga?"
dan sahabatku itu tak bisa menjawabnya, dia berkata, "udahlah lin, jangan banyak mempertanyakan dunia. ada beberapa hal di dunia ini yang jadi batasan manusia. cuma Allah yang tau".
and i give up
i give up and stop asking about life.
but deep
very deep in my heart,
i'm still curious.
sampai di suatu masa, ada yang menggerakkan hatiku untuk menambahkan official account dakwah islam. aku iseng membaca artikelnya di waktu senggangku.
"Zakir Naik menjawab pertanyaan seorang Atheis"
aku membacanya,
Dan wow...
aku terpesona... logika ku terkesiap pada semua jawabannya,
Seraya batinku untuk bergetar dan terkagum-kagum dengan cara yang tak bisa ku jelaskan.
aku mulai menonton semua video kuliah umumnya di youtube.
hatiku terketuk, seperti tersengat.
seolah Allah menjawab semua hal yang ku pertanyakan
keimanan dan logika yang berimbang.
menggetarkan...
sungguh menggetarkan.
and one of my favorite video berjudul "Mengapa manusia diciptakan". later, you can check it on Zakir Naik - Mengapa Manusia Diciptakan
just simply,
DR. Zakir Naik mengubah hidupku
seolah mentransfer hidayah pada diriku
aku menangis...
meratapi, dan menyesal
"kenapa baru sekarang aku mengetahui hal ini?"
sungguh, kini aku tau siapa aku...
mengapa aku ada disini...
bagaimana Allah...
siapa Allah...
dan apa yang harus ku lakukan...
terus, terus aku memikirkan tentang Allah... tentang Allah, semua tentang Allah...
aku melihat banyak kisah mualaf
mereka berhasil menemukan kebenaran
Dan memperjuangkan kebenaran itu untuk masuk ke hidupnya
walau ujian seolah terus menghujaninya
dan ia mengamalkan Islam dalam hidupnya.
dia adalah orang-orang yang beruntung.
Allah memberinya hidayah,
Allah membuatnya datang dan dekat.
sementara aku yang sudah terlahir dari keluarga muslim
namun tidak mengenalNya dengan benar
kini kusadari,
kita hanyalah manusia,
yang lemah
dan bodoh
yang tak mengetahui apapun kecuali kesenangan semata,
yang terkadang membutakan mata;
membutakan iman dan takwa.
kini aku tau, dimana Allah
siapa Allah...
bagaimana penciptaan ini terjadi
mengapa kita harus menyembah Allah....
Allah ada, dalam ketiadaaan.
Allah membuatku mengerti, dalam ketidakmengertianku..
Allah dekat, walau Ia diluar batas jangkauanku...
aku merasakan Nya menemaniku, menuntun jalanku.
aku merasakannya mengajarkanku banyak hal
sampai detik ini, aku selalu mempercayaiNya...
selalu yakin kepadaNya.
masih berpegang erat pada janji-janjiNya.
aku masih setia terhadapNya...
walau ia tak pernah menampakkan wajahNya
aku masih saja percaya, bahwa dia benar-benar mengatur hidupku
mengarahkan semua pilihanku,
menuntunku.... selalu menuntunku
dalam semua ruang gerakNya yang tak berbatas
dalam semua konspirasiNya pada jalan hidup jutaan milyar manusia di dunia ini
aku percaya, hanya Dia
satu,
tak ada beda,
tak ada dua, ataupun tiga.
tidak ada yang menyerupaiNya.
karena jamak,
tidak akan membuatNya
menjadi satu-satunya
dan kesamaan
tidak akan membuatNya
menjadi luar biasa
dan kini ku sadari,
mungkin inilah bentuk cinta sejati.
antara seorang manusia dengan Dzat yang tak pernah sama sekali tampak dihadapannya...
(elinangeliaa)
06/04/17
11.53 AM
***
No comments:
Post a Comment