Monday, 28 August 2017

Tentang Dunia

Kadang aku bertanya,
Apa yang sesungguhnya aku cari di dunia ini?
Kalau pada akhirnya kecintaanku pada dunia tidak akan pernah abadi.

Kadang aku bertanya,
Apa yang sesungguhnya terjadi?
Jika perasaan bahagia tak akan bertahan lama
Sedih yang pernah terkubur,
bisa saja tenggelam ditelan tawa yang  menghibur.

Kadang aku kembali bertanya,
Untuk apa ada yakin kalau kemudian digantikan ragu?
Mengapa ada putus asa
kalau tak lama semangat kembali membara?

ah ternyata semuanya fana
dan siklusnya seperti roda.

Lalu, apakah definisi dunia?
aku rasa, aku memang dicipta
untuk menghamba.

*
Sajak Sore Hari
(Senin, 28 Agustus 2017. 2.44 PM)

Tuesday, 22 August 2017

Renjana

Pada akhirnya, 
Yang tersisa hanyalah sekeping hati yang lelah. 
Yang memutuskan pasrah,
Bukan karena sudah menyerah, 
Namun karena menyadari secuil realita. 
Untuk kemudian berhenti bertanya,
 “kenapa ya?”, “kok gini ya?”, “kapan ya?”, “kok aku belum ya?”.

Lihatlah kawan, 
Apalah arti harapan, impian dan obsesi 
Jika semua-semua yang ada di dunia ini 
Tak akan pernah bisa di konspirasi kan sendiri. 
Tak bisa aku menafikan lagi, 
Ini semua di luar kendali. 
Ada banyak hal, 
Yang memang harus berhenti dipertanyakan 
Hanya karena itu di luar batasan. 

Hidup cuma soal kisah, 
Dan aku tak tau kemana akan bermuara. 
Toh, aku Cuma manusia, tak berani menjamin apa-apa.

Hidup itu ternyata memang soal menghamba. 
Dan membuatku berusaha untuk menolak lupa 
Bahwa sebagaimana kuat pun kita mencoba, 
Sebagaimana besar pun usaha, 
Seberapa intens nya pun doa, 
Seberapa banyaknya pun sujud, 
Jika Ia tak berkehendak, 
Maka tak akan pernah terwujud juga.

Hidup bukan soal meraih tujuan 
Atau mengharap sesuatu 
yang sekiranya membahagiakan. 

Hidup itu ternyata masih soal menghamba,
Semua ini perkara ridho-Nya.

Sudah ya, 
Aku akan berhenti mempertanyakan.
aku bosan dikhianati setiap jawaban
karena semuanya jauh dari harapan.

###

“Terlalu lama bersembunyi
di balik luka.
Ku layarkan saja
Sebuah perahu jingga,
Untuk pergi melihat angkasa…”


[supported song: Monita Tahalea - Perahu ]