Pada akhirnya,
Yang
tersisa hanyalah sekeping hati yang lelah.
Yang memutuskan pasrah,
Bukan karena
sudah menyerah,
Namun karena menyadari secuil realita.
Untuk kemudian
berhenti bertanya,
“kenapa ya?”, “kok gini ya?”, “kapan ya?”, “kok aku belum ya?”.
“kenapa ya?”, “kok gini ya?”, “kapan ya?”, “kok aku belum ya?”.
Lihatlah kawan,
Apalah arti
harapan, impian dan obsesi
Jika semua-semua yang ada di dunia ini
Tak akan
pernah bisa di konspirasi kan sendiri.
Tak bisa aku menafikan lagi,
Ini semua di
luar kendali.
Ada banyak hal,
Yang memang harus berhenti dipertanyakan
Hanya
karena itu di luar batasan.
Hidup cuma soal kisah,
Dan aku tak tau kemana akan
bermuara.
Toh, aku Cuma manusia, tak berani menjamin apa-apa.
Hidup itu ternyata
memang soal menghamba.
Dan membuatku berusaha untuk menolak lupa
Bahwa sebagaimana
kuat pun kita mencoba,
Sebagaimana besar pun usaha,
Seberapa intens nya pun doa,
Seberapa banyaknya pun sujud,
Jika Ia tak berkehendak,
Maka tak akan pernah
terwujud juga.
Hidup bukan soal meraih
tujuan
Atau mengharap sesuatu
yang sekiranya membahagiakan.
Hidup itu ternyata masih
soal menghamba,
Semua ini perkara ridho-Nya.
Sudah ya,
Aku akan berhenti
mempertanyakan.
aku bosan dikhianati
setiap jawaban
karena semuanya jauh
dari harapan.
###
“Terlalu lama
bersembunyi
di balik luka.
Ku layarkan saja
Sebuah perahu jingga,
Untuk pergi melihat
angkasa…”
No comments:
Post a Comment