Tentang apa
yang tertulis disana.
Takdir tiap manusia telah tergantung di ‘Arsy-Nya.
Kelahiran, ajal, rejeki, jodoh dan nasib menjadi rahasia yang telah terpatri di langit-Nya.
Kelahiran, ajal, rejeki, jodoh dan nasib menjadi rahasia yang telah terpatri di langit-Nya.
Dan jika
saja, seseorang datang kepadamu memberikan sebuah buku, buku yang berisi
tentang perjalanan hidupmu, akankah kamu membacanya?
Atau bahkan akankah kamu membuka halaman terakhirnya?
Atau bahkan akankah kamu membuka halaman terakhirnya?
Tidak, aku
tidak akan pernah bertanya soal isi atau substansi.
Tidak, aku tidak akan
bertanya takdir apa yang dituliskan untukku, atau takdir orang lain pun tidak
menjadi urusanku.
Yang
menjadi teka-teki, adalah relevansi antara takdir dan usaha.
Tentang apa yang
tertulis disana, nyatanya tidak semua takdir mampu diubah.
Kelahiran
dan kematian misalnya, setiap manusia tidak akan mampu mengambil alih dalam
segala keputusan tentang kapan, dimana, serta dari keluarga mana ia dilahirkan.
Pun begitu pula dengan kematian, setiap hamba akan menemui ajalnya. Di waktu
dan tempat yang telah ditentukan oleh-Nya.
Dan sungguh, setiap jiwa tidak akan
pernah bisa lari dari kematian, ajal siap menjemputmu tanpa pernah tau kapan.
Dan ketika
jantungmu berhenti, hilanglah kesempatan untuk memperbaiki diri. Sudahkah
menyiapkan bekal? Sudah cukup ampuhkah segala amalan?
Mari
berbicara jodoh, pernah aku mempertanyakan;
apakah nama jodoh di Lauhul Mahfudz sudah terpatri tanpa pernah bisa diubah?
Ataukah menjadi pilihanku dan menjelma kebaikan seiring aku berbenah?
apakah nama jodoh di Lauhul Mahfudz sudah terpatri tanpa pernah bisa diubah?
Ataukah menjadi pilihanku dan menjelma kebaikan seiring aku berbenah?
berikut ini
adalah ulasan obrolan whatsapp
bersama Rosy Syahniar:
[09:10, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: hey say...
[09:10, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: tak critani, aku wingi mari moco2 dan aku nemu
kesimpulan bahwa jodoh adalah takdir yang bisa kita pilih
[09:13, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: takdir adalah kejadian/hal yang menjadi
ketetapan dan tdk bisa di ubah. contoh ajal dan rezeki. pasti. setiap nya
bernyawa pasti mati, yang hidup pasti diberi rezeki. tapi caranya yang berbeda.
kita memilih mati sahid atau enggak, kita ngambil rezeki dg cara halal atau
haram
[09:13, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: sama kayak jodoh, jodoh pasti ada, karena Allah
berfirman bahwa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan
[09:14, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: berarti jodoh itu pasti, kita pasti akan
dipertemukan dg banyak calon jodoh yang Allah beri untuk kita. tapi kemudian
kita diberi pilihan. contoh
[09:16, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: kamu secara gak sengaja dipertemukan sm cowok,
itu takdir. gak km rencanakan, dan datang tiba2. tapi kemudian, kamu memilih,
milih mengenal lebih lanjut, atau cukup mengenal saat itu saja. itu pilihan mu.
ketika km memutuskan tidak, maka Allah akan mempertemukanmu dg yang lain,
kemudian km memilih lagi. seperti itu terus
[09:17, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: tapi satu yang pasti, km pasti akan menemukan
jodohmu, karena Allah menjanjikan kalian berpasang-pasangan
[09:19, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: itulah sebabnya ketika km dipertemukan dengan
seorang laki2, kemudian kalian dekat, libatkan Allah dlm menentukan pilihanmu.
itulah fungsinya shalat istikhara, biar kita gak salah pilih.
*
Berikut ini
adalah ulasan obrolan whatsapp
bersama Fiqih Eka Saputri:
[20.29, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: awakmu yakin gak lek ancen jodoh yaopo pun dipisah
yo bakal mbalik, lek gak jodoh yo pasti bakal onok ae konflik dll sing bikin
kita gak jodoh
[20.30, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: tapi opo asline jodoh gak jodoh iku tergantung
keputusan kita memilih dia sbg jodoh?
[20.30, 28/9/2019] Elin Angelia: Tapi lek aku milih seseorang trs aku ditolak kan juga
bisa. Berarti dia tidak menghendakiku sbg jodohnya
[20.32, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: lah yo jadi sebener e jodoh iku tergantung kita yg memilih
dengan kehendak Allah opo yaopo?
[20.33, 28/9/2019] Elin Angelia: Kolaborasi 2 hal ini sawangane wkwkw au ah pusing
[20.33, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: kayak misal onok wong sing lagek kenal langsung
dikhitbah, lek dee nerimo yo jadi jodoh.. lek nggak yo brrti gak jodoh
[11.01, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: lek menurutku yo emang kamu sebetulnya dikasi beberapa
pilihan
[11.02, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: dan kalo jodoh gak kemana itu ya emang gak bakal
kemana kalo jodoh
[11.03, 1/10/2019] Elin Angelia: soalnya kenapa?
[11.03, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: tergantung kamu nya milih dia atau pikir" dulu
smbil pilihan yg lain dtg
[11.03, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: tapi rasa yakin
buat memilih iku cuma bakal ada sekali
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: tiap orang itu
dikasih pilihan, dikasih semacam titik untuk bertanya di hati terdalam "pilih atau lewatkan?"
dan dari sana kita ambil keputusan untuk menjalani takdir berikutnya
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: takdir yg dipilih
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: benar
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: 3 kata ini sudah mendeskripsikan semuanya
[11.30, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: iyo jd sebener e iku ky kombinasi ngono
Dan dari diskusi ini, aku menyimpulkan;
Terkait
jodoh, ternyata yang satu ini adalah perkara yang masih bisa diubah, tergantung
ikhtiar kita.
Seiring
perjalanan, Allah akan selalu menghadirkan kecenderungan.
Dalam perjalanan kehidupan, tentu saja kita akan dipertemukan dengan banyak orang dengan berbagai tipe kepribadian.
Dalam perjalanan kehidupan, tentu saja kita akan dipertemukan dengan banyak orang dengan berbagai tipe kepribadian.
Yang baik akan senantiasa tertarik dan mampu melihat
kebaikan, dan yang buruk hanya mampu diperlihatkan dengan hal yang sebanding
dengan keburukan.
Tak dapat dipungkiri bahwa inilah definisi ketertarikan
sebagai sebuah kesebandingan.
Maka
inilah hakikat Q.S. An Nur ayat 26, yang baik dipasangkan dengan yang baik,
yang buruk dipasangkan dengan yang buruk.
Jatuh cinta adalah fitrah, hal ini
lumrah.
Lalu bagaimana selanjutnya?
Memilih berhenti atau berlayar kembali,
kamu memegang peran penting untuk menentukan nasibmu sendiri.
Yang jelas
Allah selalu mengarahkan, menunjukkan, memunculkan getaran, membuka jalan,
memberi kesempatan. Sungguh, segala peluang telah Allah berikan.
Ternyata ini cuma
soal pilihan. Pilih ambil atau lewatkan?
Dan yang
menjadi pertimbangan, bahwa terkadang tidak ada jaminan bahwa apa yang ada
di depan tidak sebaik apa yang telah kau lewatkan.
Dan jika masih saja kau dilanda
kegundahan, libatkan Allah dalam segala urusan.
Telah
ditakdirkan bahwa semua diciptakan berpasang-pasangan, menjemputnya adalah
pilihan.
Pilih dengan cara yang diridhoi-Nya, bawa Allah dalam semua ikhtiar
kita, lalu lengkapilah dengan Taqwa.
Apa yang baik menurutmu, belum tentu baik
menurut-Nya.
Namun apa yang baik menurut Allah, disanalah kita akan meraih
Ridho, dan Dialah yang akan menjamin segala urusan.
Kembalikan
pada Illahi Rabbi.
Sungguh Dialah yang Maha Membolak-balikkan isi hati, yang
mampu mengubah cinta menjadi benci, maha mengetahui yang nampak maupun
tersembunyi, Maha kuasa atas jalan hidup seluruh manusia di muka bumi ini.
Maka jika
menikah adalah perkara separuh agama, bukankah esensi terbesarnya adalah
ibadah?
<catatan
kaki.>
Penting tapi
gak penting untuk diketahui:
Kalo kalian
teliti, chat WA ku sama Rosy itu Februari 2018, 1,5 tahun lalu memang :”)
jadi tulisan ini sudah jadi draft sejak 2018 temen-temen.
jadi tulisan ini sudah jadi draft sejak 2018 temen-temen.
Cuma tidak
pernah aku post karena tulisanku menggantung. Dan di akhir September 2019 aku
baru menemukan titik terang setelah ngobrol sama Fiqih. Semula, tulisan ini mau
aku kasih judul “Tentang Lauhul Mahfudz”, tapi kurang tepat rasanya. Sampai aku
menemukan kata “Takdir yang Dipilih” untuk judulnya. Tiga kata yang mampu mendeskripsikan
ketika ada yang bertanya; “jodoh itu apa?”, jawabannya; “takdir yang dipilih”
#UdahGituAja
(btw Takdir
yang Dipilih ini juga nyomot dari temen gais :”))
*
Aku tidak
berpengalaman soal ini, bagiku yang ini masih jadi teka-teki,
Tapi…
makasih lo
temen-temen yang udah bantuin aku berteori
sampai
akhirnya aku bisa menerbitkan tulisan ini.
Semoga menginspirasi :)