Wednesday, 2 October 2019

Takdir yang Dipilih


Tentang apa yang tertulis disana. 
Takdir tiap manusia telah tergantung di ‘Arsy-Nya. 
Kelahiran, ajal, rejeki, jodoh dan nasib menjadi rahasia yang telah terpatri di langit-Nya.
Dan jika saja, seseorang datang kepadamu memberikan sebuah buku, buku yang berisi tentang perjalanan hidupmu, akankah kamu membacanya? 
Atau bahkan akankah kamu membuka halaman terakhirnya?
Tidak, aku tidak akan pernah bertanya soal isi atau substansi. 
Tidak, aku tidak akan bertanya takdir apa yang dituliskan untukku, atau takdir orang lain pun tidak menjadi urusanku.
Yang menjadi teka-teki, adalah relevansi antara takdir dan usaha. 

Tentang apa yang tertulis disana, nyatanya tidak semua takdir mampu diubah.
Kelahiran dan kematian misalnya, setiap manusia tidak akan mampu mengambil alih dalam segala keputusan tentang kapan, dimana, serta dari keluarga mana ia dilahirkan. 

Pun begitu pula dengan kematian, setiap hamba akan menemui ajalnya. Di waktu dan tempat yang telah ditentukan oleh-Nya. 
Dan sungguh, setiap jiwa tidak akan pernah bisa lari dari kematian, ajal siap menjemputmu tanpa pernah tau kapan.

Dan ketika jantungmu berhenti, hilanglah kesempatan untuk memperbaiki diri. Sudahkah menyiapkan bekal? Sudah cukup ampuhkah segala amalan?

Mari berbicara jodoh, pernah aku mempertanyakan;
apakah nama jodoh di Lauhul Mahfudz sudah terpatri tanpa pernah bisa diubah? 
Ataukah menjadi pilihanku dan menjelma kebaikan seiring aku berbenah?

berikut ini adalah ulasan obrolan whatsapp bersama Rosy Syahniar:

[09:10, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: hey say...
[09:10, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: tak critani, aku wingi mari moco2 dan aku nemu kesimpulan bahwa jodoh adalah takdir yang bisa kita pilih
[09:13, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: takdir adalah kejadian/hal yang menjadi ketetapan dan tdk bisa di ubah. contoh ajal dan rezeki. pasti. setiap nya bernyawa pasti mati, yang hidup pasti diberi rezeki. tapi caranya yang berbeda. kita memilih mati sahid atau enggak, kita ngambil rezeki dg cara halal atau haram
[09:13, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: sama kayak jodoh, jodoh pasti ada, karena Allah berfirman bahwa Allah menciptakan manusia berpasang-pasangan
[09:14, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: berarti jodoh itu pasti, kita pasti akan dipertemukan dg banyak calon jodoh yang Allah beri untuk kita. tapi kemudian kita diberi pilihan. contoh
[09:16, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: kamu secara gak sengaja dipertemukan sm cowok, itu takdir. gak km rencanakan, dan datang tiba2. tapi kemudian, kamu memilih, milih mengenal lebih lanjut, atau cukup mengenal saat itu saja. itu pilihan mu. ketika km memutuskan tidak, maka Allah akan mempertemukanmu dg yang lain, kemudian km memilih lagi. seperti itu terus
[09:17, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: tapi satu yang pasti, km pasti akan menemukan jodohmu, karena Allah menjanjikan kalian berpasang-pasangan
[09:19, 14/2/2018] Rosy Syahniar Manurung: itulah sebabnya ketika km dipertemukan dengan seorang laki2, kemudian kalian dekat, libatkan Allah dlm menentukan pilihanmu. itulah fungsinya shalat istikhara, biar kita gak salah pilih.

*

Berikut ini adalah ulasan obrolan whatsapp bersama Fiqih Eka Saputri:

[20.29, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: awakmu yakin gak lek ancen jodoh yaopo pun dipisah yo bakal mbalik, lek gak jodoh yo pasti bakal onok ae konflik dll sing bikin kita gak jodoh
[20.30, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: tapi opo asline jodoh gak jodoh iku tergantung keputusan kita memilih dia sbg jodoh?
 [20.30, 28/9/2019] Elin Angelia: Tapi lek aku milih seseorang trs aku ditolak kan juga bisa. Berarti dia tidak menghendakiku sbg jodohnya
[20.32, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: lah yo jadi  sebener e jodoh iku tergantung kita yg memilih dengan kehendak Allah opo yaopo?
[20.33, 28/9/2019] Elin Angelia: Kolaborasi 2 hal ini sawangane wkwkw au ah pusing
[20.33, 28/9/2019] Fiqih Eka Saputri: kayak misal onok wong sing lagek kenal langsung dikhitbah, lek dee nerimo yo jadi  jodoh.. lek nggak yo brrti gak jodoh
[11.01, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: lek menurutku yo emang kamu sebetulnya dikasi beberapa pilihan
[11.02, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: dan kalo jodoh gak kemana itu ya emang gak bakal kemana kalo jodoh
[11.03, 1/10/2019] Elin Angelia: soalnya kenapa?
[11.03, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: tergantung kamu nya milih dia atau pikir" dulu smbil pilihan yg lain dtg
[11.03, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: tapi rasa yakin buat memilih iku cuma bakal ada sekali
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: tiap orang itu dikasih pilihan, dikasih semacam titik untuk bertanya di hati terdalam "pilih atau lewatkan?"
dan dari sana kita ambil keputusan untuk menjalani takdir berikutnya
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: takdir yg dipilih
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: benar
[11.09, 1/10/2019] Elin Angelia: 3 kata ini sudah mendeskripsikan semuanya
[11.30, 1/10/2019] Fiqih Eka Saputri: iyo jd sebener e iku ky kombinasi ngono


Dan dari diskusi ini, aku menyimpulkan;

Terkait jodoh, ternyata yang satu ini adalah perkara yang masih bisa diubah, tergantung ikhtiar kita.
Seiring perjalanan, Allah akan selalu menghadirkan kecenderungan. 
Dalam perjalanan kehidupan, tentu saja kita akan dipertemukan dengan banyak orang dengan berbagai tipe kepribadian. 
Yang baik akan senantiasa tertarik dan mampu melihat kebaikan, dan yang buruk hanya mampu diperlihatkan dengan hal yang sebanding dengan keburukan. 
Tak dapat dipungkiri bahwa inilah definisi ketertarikan sebagai sebuah kesebandingan. 
Maka inilah hakikat Q.S. An Nur ayat 26, yang baik dipasangkan dengan yang baik, yang buruk dipasangkan dengan yang buruk. 

Jatuh cinta adalah fitrah, hal ini lumrah. 

Lalu bagaimana selanjutnya? 

Memilih berhenti atau berlayar kembali, kamu memegang peran penting untuk menentukan nasibmu sendiri.
Yang jelas Allah selalu mengarahkan, menunjukkan, memunculkan getaran, membuka jalan, memberi kesempatan. Sungguh, segala peluang telah Allah berikan. 
Ternyata ini cuma soal pilihan. Pilih ambil atau lewatkan?
Dan yang menjadi pertimbangan, bahwa terkadang tidak ada jaminan bahwa apa yang ada di depan tidak sebaik apa yang telah kau lewatkan. 

Dan jika masih saja kau dilanda kegundahan, libatkan Allah dalam segala urusan.
Telah ditakdirkan bahwa semua diciptakan berpasang-pasangan, menjemputnya adalah pilihan. 
Pilih dengan cara yang diridhoi-Nya, bawa Allah dalam semua ikhtiar kita, lalu lengkapilah dengan Taqwa. 
Apa yang baik menurutmu, belum tentu baik menurut-Nya. 
Namun apa yang baik menurut Allah, disanalah kita akan meraih Ridho, dan Dialah yang akan menjamin segala urusan.

Kembalikan pada Illahi Rabbi. 
Sungguh Dialah yang Maha Membolak-balikkan isi hati, yang mampu mengubah cinta menjadi benci, maha mengetahui yang nampak maupun tersembunyi, Maha kuasa atas jalan hidup seluruh manusia di muka bumi ini.

Maka jika menikah adalah perkara separuh agama, bukankah esensi terbesarnya adalah ibadah?


<catatan kaki.>
Penting tapi gak penting untuk diketahui:
Kalo kalian teliti, chat WA ku sama Rosy itu Februari 2018, 1,5 tahun lalu memang :”)
jadi tulisan ini sudah jadi draft sejak 2018 temen-temen.
Cuma tidak pernah aku post karena tulisanku menggantung. Dan di akhir September 2019 aku baru menemukan titik terang setelah ngobrol sama Fiqih. Semula, tulisan ini mau aku kasih judul “Tentang Lauhul Mahfudz”, tapi kurang tepat rasanya. Sampai aku menemukan kata “Takdir yang Dipilih” untuk  judulnya. Tiga kata yang mampu mendeskripsikan ketika ada yang bertanya; “jodoh itu apa?”, jawabannya; “takdir yang dipilih” #UdahGituAja
(btw Takdir yang Dipilih ini juga nyomot dari temen gais :”))

*
Aku tidak berpengalaman soal ini, bagiku yang ini masih jadi teka-teki,
Tapi…
makasih lo temen-temen yang udah bantuin aku berteori
sampai akhirnya aku bisa menerbitkan tulisan ini.
Semoga menginspirasi :)


No comments:

Post a Comment