entah kenapa, tiga hari ini aku berpikir tentang arti kata "Jodoh". jodoh menurutku adalah takdir. terus gimana caranya menemui jodoh kita, dan memilihnya secara tepat? ya, maksudku mencari, memilih dan mendapatkan sesuai yang ditakdirkan. hmm, dengan caraku sendiri. karena aku tau... hidup adalah misteri. nggak ada yang tau kita bakal gimana atau jadi apa besok. cuma waktu yang bakal njawab.. ya kan?
semua orang pasti ingin sesuatu yang eternal. pasti semua orang ingin bahagia. gak ada kan yang mau kawin-cerai-kawin-cerai gitu? satu, setia, untuk selamanya.. and that's all i want..
suatu hari aku bertanya soal ini kepada sahabatku. dan Alhamdulillah, aku berhasil menghasutnya untuk ikutan galau. hahaha. dan Ia pun menjawab "Misteri jodoh itu rahasia Allah, gak ada yang tau.. rahasia langit".
dan kegalauan ku pun berakhir. di suatu sore ketika aku lagi sibuk bermain handphone, tiba tiba clingg.. ada sebuah koran Jawa Pos tergeletak diatas meja, merayuku untuk membacanya. dan... wuss wussh.. dan ada sebuah artikel memesona. dan artikel ini sangat keren.
dan aku sengaja menyalinnya untuk aku posting disini..
checkitoud dear reader..
_______________________________________________________________
Jawa Pos for Her, 18 Juni 2012
rubik Menghalau Galau
Meng-Googling Jodoh
Cari Jodoh? Di mana?
by : Kika Dhersy Putri
Sebuah sore, saya terlibat dalam percakapan menjurus ke arah curhat dengan dua oknum lelaki yang berinisial R dan A. karena terbawa suasana senja uang bergelayut manja, akhirnya dua oknum tadi dan saya sendiri jadi galau. menerawang panjang karena tiga tiganya tak punya hubungan berprospek gemilang untuk masa depan. jangankan ada pasangan, list database yang diprospek lebih lanjut saja nihil, kosong.
lalu, saya mulai berandai andai Google bisa mencarikan jodoh kita. lengkap dengan nama, umur. alamat, zodiak. maka, sungguh absahlah kedudukan Google sebagai "nabi" millenium baru. Hidup para lajang diselamtkan.
Jodoh itu apa sih? menurut kamus gratisan di internet sih, orang yang cocok sebagai suami istri, pasangan hidup, imbangan.
sedangkan kalau menurut kamus besar Bahasa Indonesia, artinya sesuatu yang cocok hingga menjadi sepasang.
Jodoh, seperti hidup dan mati, memang diatur dalam buku besar berjudul nasib. sudah ditentukan dan bahkan sudah diamini jauh jauh hari. bahkan sebelum orang tua kita meniatkan untuk "berbuat" dan membuat kita.
Jodoh memang di tangan Tuhan dengan hak hak prerogatifnya, tapi bagaimana mengusahakannya dengan cara manusiawi?
sederhananya, mari percaya pada kalimat ini : Jodohmu adalah imbanganmu. seperti timbangan, kalau kita berbobot 10 kilogram, pasangan akan berbobot sama dan seimbang. Kamu baik, maka akan dapat yang baik. Kamu kurang baik, maka kamu akan dapat yang kurang baik.
Saat saya bicara imbang, saya berbicara tentang kualitas kepribadian, kualitas hati. Bukan kualitas kualitas bungkus seperti penampilan atau kekayaan. perbaiki kualitas diri sendiri. Maka, kita memperbaiki kualitas jodoh kita.
Di suatu buku, saya pernah membaca bahwa manusia itu seyogianya jadi lingkaran penuh dulu sebelum berpasangan. Ibarat cincin, kalau belum berbentuk lingkaran sempurna, tentu tak akan bisa menggandeng lingkaran lain. Pasti akan lolos, akan lepas melulu. Di poin ini kita berbicara soal kematangan emosional. Kesiapan menjadi pasangan.
Kita sendiri juga harus lengkap. karena kalau kita belum lengkap, Bagaimana bisa saling melengkapi? Jadilah pribadi yang secara emosi lengkap, proporsional. Bisa melihat hal hal dengan persepsi yang berimbang, tak mudah emosional dan panas hati. Tak mudah cemburu, marah-marah, minta putus atau cerai. sebab, berpasangan itu berguna untuk memudahkan hidup. kalau menguras emosi dan bikin capek, buat apa?
Pengaturan jodoh itu seperti cermin. sistem pantul. kirimu adalah kanannya, begitu pula sebaliknya. artinya, sebagai pasangan, idealnya saling melengkapi setelah masing masing lengkap. kekurangan pasangan sih mestinya bukan dilihat sebagai cela, tetapi lebih sebagai celah untuk diisi.
Berjodoh adalah menyatukan dua orang yang berbeda, yang masing masing punya hati dan otak yang tak sama dalam satu wadah. masing masing dibesarkan dengan cara yang berbeda, mengalami hidup dengan cara yang tak sama. Maka saya melihat jodoh sebagai batas toleransi dan ambang penerimaan atas seseorang. Sejauh mana kita bisa menenggang rasa. Jodoh itu menyatukan, tapi tidak menghilangkan. Tetap akan ada dua kepala, dua hati, tetapi berjalannya ke satu arah. satu tujuan.
Yang paling penting sih menyiapkan hati untuk senantiasa siap jatuh cinta. Cinta mengetuk di waktu waktu yang nggak terduga. Maka, pastikan saudari siap setiap saat seperti Rexona. Percaya bahwa tiap hari ada kemungkinan yang sama besar untuk menemukan jodoh. Pastikan tiap hari kita menampilkan sisi terbaik kita.
Cinta, katanya sih, tapi benar juga., datang dari mata turun ke hati. ketertarikan fisik jadi semacam entry point untuk sebuah paket naksir. Tidak lupa, jadilah pribadi yang menyenangkan. pribadi yang pantas ditaksir. jangan jadi pribadi yang menyebalkan dan suka mengeluh. Jadi menyebalkan itu butuh energi besar, bahkan butuh lebih banyak otot merengut daripada tersenyum. maka, kenapa tidak jadi pribadi yang menyenangkan, suka senyum saja sih? sebab sejatinya, cantik itu relatif, tapi baik hati dan menyenangkan itu absolut.
Lepaskan diri dari sisa sisa hubungan yang tidak penting. bereskan semua urusan yang masih mengganjal. misal saja, saudari punya hubungan tidak berprospek dengan lelaki beda keyakinan. atau lelaki yang kepribadiannya kurang pas, tapi karena butuh pengisi waktu, saudari tutup mata dan pura pura cocok. Jikalau pada hari yang cerah saudari bertemu dengan pria yang tepat, kasus cinta yang menggantung ini tentu jadi ganjalan... Jadi PR ekstra yang harus diselesaikan sebelum memulai hubungan baru. belum lagi kalau lelaki lama ini tak rela melepaskan saudari. Repot kan? kalau semua sudah beres jauh sebelumnya, bukankah semua jadi lebih mudah?
Percayalah bahwa hal yang baik dimulai dengan cara yang baik. lelaki yang baik akan ditemui di tempat yang baik dengan cara yang benar. merebut suami orang, menggoda pacar orang dengan maksud menguasai bukan cara yang benar. Mungkin dia berpaling pada pelukan anda, tapi tunggu saja, dengan cara yang sama, lelaki itu akan berpaling kepada yang lain.
Tempat yang salah, cara yang salah tidak akan bermuara menjadi hubungan yang benar. Bergaullah dengan orang orang yang baik, orang orang yang potensial mendekatkan saudari pada jodoh. Jangan buang buang waktu. Time is ticking! Saudari tidak akan jadi sehari lebih muda besok, kecuali rela botox atau face lift! tapi mahal cyiiin, palsu lagi (*)
No comments:
Post a Comment