Saturday, 7 September 2013

SOULMATE

Teruntuk Sahabat Terbaik, 

 Kita belum bebas... 
Kita masih terpenjara dalam sepi. 
Karena aku sadar kita juga sudah lelah berharap yang tak pasti. 
Bukan karena tak bisa melakukan apa-apa, 
tapi karena sudah pernah mengalami resiko buruknya. 
Semacam trauma. 
 Aku tau kita jenuh sahabat.. 
Walaupun setiap rasa itu sudah kita tanam dengan benih terbaik, 
dengan harapan dan ketulusan untuk menuai hasil yang indah. 
Tapi kenyataannya berbeda... 
Berjuang atau menyerah? 
Kita hanya memilih untuk menurunkan senjata. 
Kemudian tidak pasrah, karena kita senantiasa memanjatkan doa. 

Di masa seperti ini, kita tak mendapat takdir cerita berbeda. 
Yang seharusnya memiliki dunia yang lebih berwarna. 
Tapi ternyata bukan seperti itu kenyataannya. 
Datar, mati rasa seperti hidup di dalam goa. 
Kita cuma bisa melayang dan berhalusinasi di dalam dunia fantasi. 
Semua itu karena kita tak mampu merealisasikannya dalam dunia nyata. 
Lalu kita berlari dan terhanyut dalam dunia fiksi. 
patut diapresiasi... 
Dengan segala resah dan pahit getir yang dirasakan sendiri.
 Tanpa melibatkan orang lain, tanpa menyakiti orang lain... 
hanya ada kita bersama dunia khayal semu.
dan kita menjadi gila karena membuatnya seolah nyata.

Suatu kemampuan memahami filosofi cinta, mencinta, dan dicinta diatas rata-rata. 
Dengan semua hipotesis tentang bahasa mata. 
Mengalir bersama mimpi dan harapan indah. 
Kita istimewa... 
Tak ada sahabat lain yg mengertiku, tak ada sahabat lain yg mengertimu. 
Kita saling melengkapi. 
Seperti menyatukan potongan puzzle.. 
Seperti itulah, soulmate. 

Waktu berjalan, dan kita semakin terhanyut dalam emosi filosofi basi. 
Filosofi runyam yang kita eksplorasi sendiri... 
Sadarkah dirimu? Ini bagian dari jiwa yang tak biasa, abnormal. 
Yang kali ini aku sadari, hanya ada dua insan di duniakuyang memilikinya. 
Kita,
 aku dan kamu sahabat. 
Kita masih bertahan dan menggantung setiap asa diatas langit luas, 
bertahta bersama kerlip kejora di angkasa.. 

Aku ingin kita menjadi bintang. 
Menerangi dunia tanpa pamrih di setiap gelapnya malam. 
Bintang, Simbol romantisme cinta sejati yg tak pernah berhenti kita impikan. 
Dan seperti itulah kita memfilosofikan kepercayaan akan sebuah harapan. 

Dan kami masih tetap berjalan sejauh ini, 
bersama cahaya bintang di dalam gelapnya malam. 
 hati ini... 
masih tetap bersandar disini, kami masih punya hati dan cinta tidak mati. 
Cinta hanya tertidur dalam dunia mimpi. 
Berharap dibangunkan oleh realita indah yg pasti. 

Kita resah, tapi kita memilih bertahan dan diperkuat oleh harapan. 
Kita memilih percaya pada kinerja Tuhan dan rencana indahnya.

Berbagi setiap hari, tentang semua cerita gila negeri fantasi. 
Terima kasih, telah membuat dunia ku bermakna
 memiliki makna, sejauh ini. 

 Mungkin kami hampir gila. 
Otak dan jiwa sudah terkontaminasi oleh candu, yg melemahkan sisi realistisku. 
Dan ketika kami tak mampu lagi membedakan mana yg nyata dan mana yg mimpi, 
harapan akan selalu menguatkan. 

 Karena seorang gadis baik akan selalu menemukan jalan cerita happy endingnya. 
Aku percaya, selalu akan tetap percaya.... 



Teruntuk sahabat terbaik. Terima kasih untuk waktu, motivasi, dan kepercayaannya dan membuat ku mampu berdiri di tempat ini.. Menjadi seperti sekarang ini, please promise me to always stay in my side and always be my best.. Best friend. Let's make it happen! That dreams......, Together!


sharing and caring. i always spent my quality time with you

laughing together. and it was my unforgetable crazy memories
walk together, for our dream!

dreaming together. let's touch the sky...
cause you are awesome. you are my very important person
i love you, my dear bestfriend...

No comments:

Post a Comment