Ada penulis yg
bilang, waktu tak pernah sama, terus berubah sejalan dengan kekuatan kosmis
yang tak pernah stagnan.
Ada seniman yg
bilang, musim selalu berubah, waktu berubah, dan orang orang juga berubah maka
seketika perasaan pun juga akan berubah.
Aku juga bilang,
waktu punya segudang cerita yang tak akan pernah habis ditulis dalam sebuah
buku. Waktu membuatmu bertemu banyak orang, mereka memberikan kenangan. Dan aku
selalu percaya, "setiap hal kecil di dunia ini selalu punya filosofi. Maka
kita diijinkan bertemu dan mengenal berbagai orang di dunia ini bukan hanya
faktor kebetulan belaka, mereka punya makna."
Sadar atau tak
sadar, kamu harusnya banyak belajar dari pengalaman, dan yang paling mudah
belajar lah dari orang-orang terbaik yang pernah kamu kenal.
Entah, aku tetap
percaya, mau menjadi sosok seperti apa kita di masa depan, sangat berpengaruh
dari apa yang kita lakukan saat ini.
Mau jadi pribadi
yg baik atau pribadi yg buruk itu pilihan.
Kamu! Hati dan
naluri tentu saja mempengaruhi perlakuanmu karena sejatinya mereka bisa kau
kendalikan dengan pikiranmu, semacam sugesti atau motivasi.
Jadi.... Masihkah
akan menyia-nyiakan waktumu?
Atau masih belum
sadar juga?
Oke, pernahkah
kalian kehilangan seseorang?
Kehilangan!
Hilang, tak kembali selamanya?
Ya, ia mati. Tak
bernapas lagi.
Mereka sudah
kehabisan waktu.
Mereka sudah
kehabisan kesempatan untuk memperbaiki diri. Ketika semuanya berhenti, wajarkah
jika ia memohon dan mengemis pada Tuhan untuk memperbaiki hal-hal fana di dunia
demi mendapat keagungan surga?
Dan mirisnya,
ketika ia mati dengan percuma. Tak mampu meraih mimpi-mimpinya.
Tak sempat
menggenggam kesuksesan.
Tak sempat memeluk
kebahagiaan.
Lalu, kesempatan
dan waktu yang selama ini ia miliki terbuang sia-sia. Ringkas kata, seperti
sampah.
Jadi, masihkah kau
menyiakan waktumu di dunia dan menjadi orang merugi dan tak sempat mendapatkan
apa yang kau inginkan di dunia ini? Dan bahkan ketika mati, mimpi-mimpi itu
telah basi.
Jika menjadi sosok
pribadi yang jahat itu tak ada untungnya, lalu apa susahnya mengubah diri
menjadi pribadi yang baik?
Jika waktu mu
seperti sebuah mobil yang rusak dan ketika seorang montir menawarkan diri untuk memperbaikinya tanpa bayar kenapa kau tak
membawa mobil itu kepadanya? Kenapa kau siakan begitu saja?
Perbaiki, selama
masih bisa diperbaiki.
Karena kesempatan,
tak pernah datang dua kali.
Dan karena waktu
adalah hal super-egois yang tak akan pernah mau berjalan mundur dan menuntunmu
kembali.
"Lalu
bagaimana cara agar waktuku tak terbuang sia-sia?"
Dan inilah jawabannya:
1. Perbaiki
hubungan spiritual dengan Tuhan.
Ini semacam spekulasi jangka panjang. Bahagia
dan makmur sejahtera di dunia itu hal biasa. Lalu bagaimana dengan surga? Itu
semua di serahkan kembali ke tiap tiap manusia. Maka jadilah orang yang
beriman...jangan setengah-setengah.
2. Maka
bermimpilah.
Impian itu seperti pulau, dan kamu adalah nakhoda sebuah kapal.
Dan, kapal itu adalah tempat dimana kamu belajar dan menimba ilmu. Dirimu
sendiri yang akan mengemudikan kapal itu menuju pulau impian. Dengan berbagai
bentuk kapal apa saja, kapal pesiar mewah ataupun perahu kecil yang oleng, yang
terpenting adalah sampai di tempat tujuan dengan selamat. Mau lewat jalan mana
saja, asalkan sampai di tempat tujuan dengan selamat. Sampai atau tak sampai?
Tergantung nakhodanya.
3. Maka jangan
siakan waktumu dengan hal-hal basi.
Tinggalkan kesenangan sesaat yang sekiranya
sesat. Manfaatkan waktumu untuk belajar dan berkarya positif. Maka berbagilah
ilmu yang menginspirasi orang lain. Jika kamu dikaruniai mindset yang brilian,
maka biarkan orang lain juga sadar.
4. Berbagi dengan
sesama.
Indahnya berbagi, agar mereka merasakan kesempurnaan yang kau miliki.
Jangan bimbang dan ragu, harta bukanlah aset absolut. Ada saatnya pasang atau
surut.
5. Perbaiki
hubungan antar manusia.
Seperti apa yang
aku bilang sebelumnya kan? "kita diijinkan bertemu dan mengenal berbagai
orang di dunia ini bukan hanya faktor kebetulan belaka, mereka punya
makna."
Banyak belajar
dari orang-orang terbaik. Jangan siakan orang-orang yang berkesan, mungkin saja
ia adalah cinta yang pantas, atau mungkin ia adalah belahan jiwa yang selama
ini kau cari.
Minggu, 23 Juni
2013.
08.17 WIB
By elin angelia.
No comments:
Post a Comment