Thursday, 23 November 2017

Khadijah

"there is someone,
who can be bold and soft at the same time
who can be strong and feminine at the same time.

she is a woman of women,

she is Khadijah radiyallahu 'anha."



-elinangelia


----

namanya menggema di langit-langit Lauhul Mahfudz,

melalui Jibril, ia menjadi manusia yang mendapat salam dari Rabb-nya.
ia menjadi penyejuk dan ibunda kota Mekkah di masanya.

Khadijah, yang termasyhur karena kecantikan dan kecerdasannya.
menjadi anak perempuan kehormatan nan kesayangan ayahnya,
Khuwaylid bin As'ad, pembesar kota Mekkah.

setelah berbagai mimpi aneh menghiasi malam-malamnya,
setelah berita tentang Nabi terakhir terdengar hingga ke telinganya,
setelah nama Muhammad terus dieluh-eluhkan oleh Maisarah, pelayan setianya.
dengan segala kesempurnaan, ketaatan dan kekayaan yang melekat pada dirinya,
tak membuatnya menjadi hina dina,
untuk menawarkan diri kepada Muhammad, sosok yang lebih muda darinya
untuk ia jadikan pelabuhan terakhirnya...
dan bagaimana mungkin Al-Amin sanggup menolaknya?

Ia yang berhasil membuat Muhammad jatuh cinta,
dengan segala kesempurnaan dan ketidaksempurnaannya.
Muhammad menyayanginya, Muhammad selalu mengaguminya.
Muhammad, manusia mulia ini luluh pada pesonanya.
yang membuat Muhammad tak pernah menduakannya.
yang membuat Muhammad selalu berkata bahwa Khadijah tak ada bandingannya.
dan menjadi istri Muhammad yang melahirkan buah cinta berakhlak mulia.

Ia yang selalu mempercayai Muhammad walaupun tak ada seorang pun yang mempercayainya.
ketika orang-orang menyumpahi Muhammad sakit jiwa,
Khadijah selalu ada untuk menguatkannya.

Khadijah adalah saksi turunnya wahyu pertama,
yang memeluk dan menyelimuti Muhammad ketika ketakutan melanda suaminya.
yang mendekap hangat Muhammad penuh cinta,
ketika demam dan menggigil melandanya,
saat Jibril mendatanginya, dan diturunkan ayat-ayat Allah kepadanya.

Khadijah adalah orang pertama,
yang mengimani bahwa
tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah rasul terakhir-Nya.
tentu saja, ia dihadiahkan tempat istimewa di sisi Tuhan-Nya.
ia berhak atas taman surga,
kebun kebun yang indah,
permadani dan permata serta kenikmatan yang kekal itu telah menyambutnya.

Ia menyerahkan segenap jiwa dan hartanya,
untuk mendukung dakwah suaminya.
dan di penghujung hidupnya,
ketika usianya menua,
ketika hartanya habis tak tersisa karena ia korbankan di jalan dakwah,
Khadijah masih saja menawarkan tulang belulangnya,
siapa tau masih berharga, pikirnya.

ketika Khadijah telah pergi terlebih dahulu meninggalkan dunia,
menjadi pukulan bertubi bagi Muhammad.
dalam kurun waktu yang berdekatan, ia telah banyak kehilangan.
paman kesayangannya, Abu Thalib pergi meninggalkannya.
menyisakan lara karena beliau meninggal dalam keadaan menolak mempercayai Allah sebagai Tuhannya.
pendamping suka dan dukanya, Khadijah ikut pergi mendahuluinya.
menyisakan duka berlarut, permata hatinya kini telah tiada.

dia adalah Khadijah,
nama yang tak pernah lekang ditelan masa.
Ia adalah pendamping manusia mulia.
menjadi wanita istimewa bagi Rasul pembawa rahmat untuk alam semesta.

dan yang selalu aku kagumi dari Ibunda Khadijah Radhiyallahu 'anha,
adalah bagaimana ia hadir dengan segala kesempurnaan muslimah yang melekat pada dirinya.
Ia mengajarkan tentang kesabaran, keikhlasan dan ketaatan yang indah,
tentang bagaimana menjalani hidup sebagai hamba.
Ia mengajarkan tentang bakti, kesetiaan dan dedikasi bagi orang-orang di sekitarnya.
tak heran, jika semua orang menyayanginya.
rahmat atas kecantikan dan kesempurnaan tak pernah membuatnya merasa teristimewa.
di masanya, semua orang mengenalnya sebagai sosok yang ramah.
dengan bagaimana kecerdasan, ketangguhan dan caranya mengelola bisnisnya,
pamornya sebagai seorang saudagar menggema hingga ke penjuru dunia.

Ia mengajarkan tentang kelembutan, tapi menolak kelemahan.
Ia mengajarkan tentang kekuatan, tapi tak pernah melampaui batasan.
Ia datang dengan kecerdasan yang mematahkan kejahilan.

dan tentang bagaimana sosoknya
mampu menjadi rumah bagi Muhammad, manusia teristimewa.
menjadi payung yang teduh ketika hujan lebat tak kunjung reda.
menjadi naungan ketika panas yang terik membakar pasir di gurun sahara.

Bagi Muhammad, Khadijah adalah penyempurnanya.
Bahagia terasa, ketika mengarungi biduk rumah tangga dengan seorang wanita yang selevel dengannya,
dan dengan segenap keindahannya,
Khadijah mampu menjadikan Muhammad selalu bahagia saat berada di sisinya.

Bukan hanya saling melengkapi,
tidak hanya saling mengisi,
Muhammad dan Khadijah saling bersinergi.
menjelma menjadi manfaat,
menerangkan cahaya bagi umat.

dengan segala bentuk kecintaannya terhadap Raab'nya.
dengan sedemikian ketaatan yang berusaha ia bangun diatas agama-Nya.
dia adalah Khadijah, wanita pilihan yang dijaminkan baginya Surga.


ditulis oleh: Elin Angelia
(Jumat, 24 November 2017
11.50 WIB
teruntuk Ibunda Khadijah Radhiyallahu 'anha.
sajak cinta yang tercipta diatas meja kerja.
bersambut hujan yang lebat di hari Jumat.)

---------


indeed, Khadijah Radiyallahu 'anha is my role model.

she inspires me so much, Masya Allah..
she is my current obsession.
she is someone that i used to know.

dear sisters,
i know, we're not as perfect as Khadijah.
but... let's learn from Khadijah.

Thursday, 2 November 2017

Hijrah Sampai ke Surga

teringat sebuah kata-kata yang disampaikan oleh seseorang,
 "....karena kamu nggak tau sampai sejauh mana kamu bisa menginspirasi orang lain."

memang benar adanya,
dan bahkan sampai hari ini aku mampu bangkit dan bertahan pun karena aku merasa inspirasi dan motivasi seolah tak pernah berhenti menghujani.

for me,
inspiration was a big deal.
motivation was an energy.

seperti kata pepatah,

dalamnya laut bisa diukur
dalamnya hati tak ada yang tau.

inspirasi bisa datang dari mana saja,
dari ucapan, dari perbuatan, dari kisah, dari film, dari tulisan, dari foto, dari akun sosial media dan lain sebagainya.

tergantung bagaimana kita menyikapinya,
tergantung bagaimana kita merengkuhnya.

aku percaya,
selalu ada kemungkinan di balik ketidakmungkinan.

mungkin... bagi banyak orang, ada satu hal yang tidak menjadi perkara besar.
namun, bisa jadi hal sederhana ini mampu mengetuk hati beberapa orang.

mungkin saja ada yang tertampar keras hanya karena sebuah sentilan obrolan kecil,
mungkin saja ada yang tiba-tiba bertobat hanya karena quotes ringan di instagram,
mungkin saja ada yang menangisi dosa semalaman hanya karena sebuah video singkat.

teruslah berkarya,
walau karya mu tak bertuan
walau karya mu tak berbayang tujuan.

aku selalu merasa aku bukanlah siapa-siapa
aku bukan apa-apa.

aku hanyalah seorang manusia yang disibukkan dengan petualangan.
yang terkadang terjatuh di tengah jalan,
untuk kemudian bangkit dan berdiri sendirian,
aku terbangun karena dibayangi tujuan.

aku mengejar inspirasi.
aku terus mencari,
mencari inspirasiku sendiri
aku menggali motivasiku sendiri.

terus berlari...
walau aku masih tak mengerti,
apa sebenarnya yang ingin ku miliki.

sampai di suatu titik dimana aku menyadari bahwa,
rupanya aku terlena,
aku sibuk berlari mencari cahaya
hingga aku tak sadar bahwa ternyata,
aku adalah pelita.

ada gejolak di dalam jiwa,
untuk kemudian kembali berdoa
dan meminta,
"Ya Allah, bantu aku untuk terus berkarya dan berdakwah"


dan sungguh istimewa
jika inspirasi ini datang bertabrakan dengan hidayah.
kini akan ku ceritakan, sebuah kisah hijrah yang indah.

*****

di suatu kamis sore,
berawal dari seorang teman yang tiba-tiba mengirim pesan kepadaku melalui direct message instagram.

"lin, boleh nanya sesuatu gak?"

"iya silahkan", balasku antusias.

"aku mau nanya, kenapa sih kamu mutusin berjilbab?",

Masya Allah.. aku tersenyum...

Aku bahagia,
akhirnya ada yang tiba-tiba bertanya
tentang sebuah kisah yang selalu ingin ku bagikan.

dan ini adalah awal bagaimana semuanya dimulai.

singkat cerita, aku menceritakan seluk beluk kisah hijrahku yang panjang.
(kisah yang cukup menjadi privasi, but... later... insya Allah kalo aku udah yakin bakal aku bagikan kisah ini)

dan sampai suatu saat ia mengajakku bertemu,

tepat keesokan harinya, di hari jumat yang penuh berkah
kami pun menyempatkan bertemu di sela jam istirahat kantor.

di tengah foodcourt mall yang ramai,
saudariku ini bercerita,
tentang perang antara keraguan dan kemantapan
yang bergejolak di dalam hatinya.


"aku ingin berjilbab.. aku ingin hijrah, tapi.....
aku gak tau lin, bantu aku memantapkan hatiku.."

begitu ucapnya, seraya ku lihat air mata menggenang dari sudut kedua bola matanya.

Masya Allah, ku rasakan getaran dalam dadaku...
ini bukti, tentang bagaimana hidayah menyapa.
sederhana, namun merasuk ke relung-relung jiwa.

Masya Allah...
Masya Allah...
Masya Allah...

aku mendengarnya menceritakan apa isi kepalanya,
aku mendengarnya mengadukan resahnya,
aku mendengarnya menyuarakan keraguannya,
aku mendengarnya berbicara tentang kisahnya,
aku mendengarnya mempertanyakan kemantapannya.

Ia terus mempertanyakan tentang kemantapannya.

aku pun bertanya,
"Apakah kamu tau, mengapa wanita muslim diwajibkan berjilbab?"

"iya lin.. karena wanita berharga dan Allah ingin menjaga kita kan?"

"iya benar...", jawabku.
"sama seperti sebuah permen, jika ada 2 permen terjatuh, yang satu sudah terbuka dan yang satu masih terbungkus, kau akan memilih yang mana? yang terbungkus kan?", tambahku menukil salah satu perkataan Dr. Zakir Naik.

kemudian aku pun kembali bertanya,
"terus kamu tau gak, buat apa kita hidup di dunia ini?"

"enggak..."

"jadi hidup itu adalah ujian. dan karena hidup adalah ujian, maka kita sendiri yang harus memilih jalan hidup kita. mau kemana atau mau ngapain itu pilihan kita. mau jadi baik atau memilih menjadi manusia yang buruk itu pilihan kita. pada akhirnya, kita akan dikasih reward sesuai amalan-amalan yang kita kerjakan. nanti, semua itu akan dihisab di padang mahsyar. hisab Allah adalah seadil-adilnya hisab."
"terus kamu tau gak dimana Allah?", tanyaku kembali

air matanya kembali terbendung.

"Allah ada dimana-mana?", jawabnya ragu.

"Allah ada di Arsy-Nya. di atas sana. dan kita ini terlalu kecil bagi Allah. terlalu mudah bagi Allah. Allah terlalu besar dan tiada yang menyamaiNya?"
dan aku terus bercerita tentang dimana Allah dan bagaimana Allah sebatas pengetahuan yang aku dapatkan dari majelis ilmu ustadz Khalid Bassalamah.

semata-mata,
aku ingin membuat ia mengerti perihal posisinya sebagai manusia.
aku ingin membuat ia memahami bagaimana sosok Sang Pencipta.

and makes her realize,
the reason, the only reason:
kenapa kita harus beribadah kepada Allah.

Dibalik keinginan hatinya untuk berhijrah, ia bercerita tentang bagaimana awal mula hidayah ini menyapanya.

berawal dari bagaimana video-video dakwah ustadz Hannan Attaki yang entah mengapa tiba-tiba sering muncul di feed explore instagramnya.
bagaimana ia tersentuh hanya karena video ringan 60 detik di instagram.

seolah banyak hidayah yang menyapa di hari-harinya dan hadir di kala masa senggangnya.
ia bercerita bagaimana tiba-tiba ia menemukan hadits terkait seorang anak gadis yang tidak berjilbab mampu menyeret ayahnya ke neraka.

ia bercerita tentang bagaimana mungkin banyak sekali sentilan-sentilan kecil, seolah pesan yang membuat keraguannya seolah teroyak untuk kembali mempertanyakan kemantapannya berhijrah.

aku pun tersenyum seraya berkata, "begitulah cara Allah menyapamu. itu tandanya Allah sedang berbicara kepadamu, berkomunikasi sama kamu."

"hidup itu cuma soal menghamba. menghamba. dan menghamba", lanjutku menekankan kata menghamba, meyakinkan tentang makna penghambaan.

kemudian wajahnya memerah, menahan haru yang bergejolak di dalam dadanya.

kemudian ia kembali berbicara,
"aku tau kamu sebatas tau. aku kenal kamu sebatas kenal, gak kenal deket kan lin. udah lama banget aku mau nanyain ini ke kamu. aku ragu mau nge-dm kamu. aku bingung kadang, dm gak ya? akhirnya aku nekat banget. eh kamu langsung respon positif lin. kamu share semua kisahmu. bener-bener bikin aku terharu. seolah Allah permudah segalanya"

aku berkata,
"dan pertemuan kita hari ini, entah kenapa kemarin tuh aku tiba-tiba mikir, hari jumat besok pengen makan di luar. begitu kamu dm dan rasanya aku mikir "oke besok kita harus ketemu", emang aku juga ngerasa pertemuan ini seolah emang udah di-set sama Allah, dipermudah sama Allah. lihatlah, gimana Allah bisa banget koneksiin kita kayak gini ya. tapi by the way, kenapa harus aku? i mean, kamu kenapa harus banget kamu mikir kamu memilihku untuk tanya soal ini. padahal kita sebatas kenal dan gak pernah deket sebelumnya."

"diantara teman-teman yang lain, entah kenapa aku pengen banget nanya ke kamu. karena kamu tuh kayak lagi jatuh cinta-jatuh cintanya sama Allah.. sama Islam, lin..", ungkapnya.
dan aku pun melihat air matanya menggenang dari balik kacamatanya.

darahku seolah berdesir tak normal dari biasanya.
jantungku berdegup seraya menyerukan asma Allah,

Masya Allah...

di kala aku jatuh cinta kepada-Mu, Ya Raab...
di kala seakan aku ingin tunjukkan kepada dunia, betapa Engkau Yang Maha Memiliki Segalanya.
disaat aku ingin pahamkan kepada manusia, betapa patutnya membangun rasa cinta kepada Sang Pencipta atas segala berkah dan kesempurnaan yang melingkupi hidup kita...

disaat aku jatuh cinta kepada syariat-Mu, Ya Raabi...
disaat bagaimana aku dibuat terpesona tentang bagaimana Islam mengatur kehidupan ini,
disaat iman ku membara,
disaat aku rela membagikan kekagumanku terhadapMu ini pada dunia,

disaat itu lah ternyata ada yang tersentuh,
untuk kemudian meragu,
dan mempertanyakan zona nyaman yang selama ini ia pijaki
apakah ada yang salah atau tetap dibiarkan berjalan seperti ini?

Pertemuan satu jam yang indah,
yang membuatku tersadar tentang bagaimana indahnya hidayah menyapa,
dan tanpa ku sangka, ternyata aku adalah agen agama-Nya.

satu minggu kemudian, bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah yang jatuh di hari jumat,
sahabatku ini akhirnya memantapkan diri untuk berjilbab.

Alhamdulillah,

kini saudariku ini telah berhijrah.
dan kabar baiknya,
ia sering sekali bertanya kepadaku tentang
hukum, syariat dan berbagai hal tentang Islam.
itu tandanya ia sedang ingin belajar,
dan secara tidak langsung memacuku untuk ikut belajar.

just...
keep moving forward ya!

"Sekelam apapun masa lalumu,
masa depanmu masih suci" - quotes by Hamas Syahid
(gausah baper ya girls baca nama Hamas Syahid wkwk)

aku harap,
engkau selalu istiqomah
dan terus merangkak untuk memperbaiki segalanya.
semoga istiqomah hijrahmu mampu mengantarmu hingga ke Surga.

Aamiin Yaa Robbal Aalaamiin.

#####

"dan yang aku salutkan,
pada akhirnya kamu memilih untuk berjalan
walaupun perlahan
semoga Allah limpahkan kekuatan"
(from Elin to Tunik!
*hugssss*)

dear bestfriend,
i wish
the gift
that i gave to you
will be
the gift to remember,
to keep remembering
about your Hijrah,
and i hope
it will be
a ticket
which will
guide you
and me,
us....
until Jannah!

aamiin, insya Allah!

BarokAllahu fi umrik wa hayati

ana uhibuka fillah :)

//Nov, 2nd 2017
16.09 WIB//

Friday, 6 October 2017

Logika Keimanan - #2 Kaum Pilihan

Assalamualaykum warahmatullahi wabarakatuh,

hello dear brothers and sisters


sebelumnya, aku sampaikan thank you very much sudah meluangkan waktu sudah berkunjung ke blog ini dan membaca tulisan-tulisanku :)


and i'm back with the most favorite series on my blog: LOGIKA KEIMANAN by Elin Angelia


ini adalah post LOGIKA KEIMANAN kedua yang aku tulis setelah sebelumnya, aku sudah pernah merilis LOGIKA KEIMANAN #1 - Mengapa Yesus Harus Turun Lagi Ke Bumi?


(read it also ya)

sudahi basa-basi ini,
so here we come with the content~~




***



LOGIKA KEIMANAN - #2 Kaum Pilihan


Isu agama seolah menjadi hal yang sangat sensitif untuk dibahas. 

Problema mayoritas diatas minoritas serta masalah kesenjangan dan ketidakadilan memicu konflik yang mengakar dan berkepanjangan.

and I'm sad...


Rumahku sedang berguncang.


Kita tidak pernah memilih untuk terlahir sebagai rasis apa,

pun,
Kita tidak pernah diberi pilihan untuk terlahir di keluarga mana dan beragama apa,
it's okay to be different.
kita semua terlahir dalam pluralisme sejak sangat lama.

berbeda-beda namun tetap satu jua.


seolah melekat, membekas.

ini memang kenyataan yang harus bisa diterima.
kita semua hidup dalam perbedaan.

perbedaan golongan

perbedaan ras
perbedaan budaya
perbedaan keyakinan

....serta perbedaan pendapat.


dan lagi-lagi, yang paling krusial adalah problema Agama.


setiap orang diberi kebebasan untuk memeluk agama,

aturan ini mengikat.
hingga kejelasannya disahkan dalam undang-undang kebangsaan.

yang jelas agama adalah pilihan.

banyak sekali agama di dunia ini.

it was an option,


lantas, kalau agama adalah pilihan, maka tiap orang berhak memilih kan?


aku tak akan mengekang apapun.


Lakum diinukum waliyadiin

"Bagimu Agamamu, Bagiku Agamaku"

namun, satu hal yang tak bisa kau lupakan adalah

setiap manusia juga memiliki kebebasan berpendapat.

maka untuk kali ini, biarkan aku bebas berpendapat diatas kebebasan berkeyakinan.


At first,

Aku disini tidak akan merayumu untuk menerima semua argumen subjektifku.

aku takut terlampau jauh,


aku tau,

tidak mudah untuk menyebarkan ilmu dan menerangkan apa yang aku tau.
apalagi menyamakan visiku dengan visimu.

aku tau,

tidak mudah untuk mengesampingkan egoku.

aku akan berusaha untuk menuliskan faktanya, dalilnya...

tentu saja, aku tidak suka basa-basi.
jika aku meyakini sesuatu, aku akan memaparkan datanya.
toh, ini adalah apa yang diajarkan oleh agamaku.
agamaku adalah agama Ilmiah
berbasis dalil, sunah dan ayat-ayatNya.
jelas aturannya.
bukan doktrin yang memaksa.
yang membuat logikamu dipaksa bungkam,
berhenti dari segala eksplorasi mendalam.

lalu bagaimana bisa kamu mempercayai berbagai hal yang agamamu paparkan,

padahal kamu pun tak bisa menjamin kebenaran?
:)

jadi sekarang akan aku putar pertanyaannya,
bagaimana bisa kamu mempercayai teori para ilmuwan,
padahal kamu tidak ikut terlibat dalam penelitian?
dan yang menarik adalah,
bahkan Al Quran sudah menuliskan banyak sekali pemaparan yang sama ribuan tahun
sebelum segala teori yang dibuat para ilmuwan itu disimpulkan.
ajaib kan?

aku hanya berharap, 

kau mampu membaca duniaku...
memahami isi otakku...

mengetahui apa yang aku rasa indah

mengerti getaran yang aku rasa luar biasa.


Bismillah,


bukan rahasia umum, ini semua diawali tentang masalah yang digarisbawahi merupakan "pelecehan" agama, yang berdampak pada goncangan yang mengancam persatuan.


kaum mayoritas berbicara, "Jauhi kafir!", "Jangan beli produk orang kafir!" 


dan kaum minoritas seolah terhina.


mereka merasa "dikafirkan"


ada yang mengerang di dalam dada mereka.

perasaan tak nyaman,
kata-kata "Kafir" membuat mereka menjadi kaum yang terpojokkan.

Mereka tak mengerti makna kata "Kafir" yang sebenarnya.

karena itu adalah istilah yang ada pada kamus Muslim.
Maka, Mengapa muncul perasaan tak nyaman ketika dikafirkan?

Perasaan apa ini?


:)


Wajar saja,

itu ghirah namanya.

Coba pikir,

Siapa yang menciptakan kalian, duhai anak manusia?
Manusiawi jika hatimu tergerak marah jika diolok dengan kata "Kafir".

Bahkan Sang Penciptamu sudah berkali-kali menuliskan soal kekafiran ini jauh ribuan tahun sebelum masehi yang lalu dalam sebuah kitab akhir jaman, yaitu Al Qur'an.


Kata "Kafir" seolah bermakna sarkas. Namun, sudahkah kau memahami arti kata "Kafir" yang sebenarnya?

Kafir ( bahasa Arab: ﻛﺎﻓﺮ kafir; Jamak ﻛﻔﺎﺭ kuffar ) Kafir berasal dari kata kufur yang berarti ingkar, menolak atau menutup, menyembunyikan sesuatu, atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima atau mengingkari kebenaran.

Kata kafir ini muncul sebanyak 525 kali di dalam Al Quran. Dan keterkaitan kata "Kafir" dengan makna Ketuhanan, Allah telah menjelaskannya satu paket dalam Surat Al Maidah ayat 72-75:



"Sungguh, telah kafir orang-orang yang berkata, Sesungguhnya Allah itu dialah Al-Masih putra Maryam. Padahal Al-Masih (sendiri) berkata, Wahai Bani Israil! Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu. Sesungguhnya barang siapa mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka sungguh, Allah mengharamkan surga baginya, dan tempatnya ialah neraka. Dan tidak ada seorang penolong pun bagi orang-orang zalim itu."
(Q.S. Al Maidah Ayat 72)




"Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga (trinitas), padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih."

(Q.S. Al Maidah Ayat 73)




"Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang."

(Q.S. Al Maidah Ayat 74)




"Al-Masih putra Maryam hanyalah seorang rasul. Sebelumnya pun sudah berlalu beberapa rasul. Dan ibunya seorang yang berpegang teguh pada kebenaran. Keduanya biasa memakan makanan. Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan) kepada mereka (Ahli Kitab), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka dipalingkan (oleh keinginan mereka)."

(Q.S. Al Maidah Ayat 75)


Mengapa... Mengapa Allah (Tuhan para umat Muslim) seolah begitu sadis pada kaum Nasrani dan Yahudi?


Jawabannya, Tidak. Kalian salah, Allah tidak membenci kaum Nasrani dan Yahudi.



"Sesungguhnya orang-orang Beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Sabi'in, siapa saja di antara mereka yang beriman kepada Allah, Hari Akhir dan melakukan kebajikan, mereka akan mendapat pahala dari Tuhannya, tidak ada rasa takut pada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati."
(Q.S. Al-Baqarah Ayat 62)

singkat cerita, dikisahkan menurut Ibnu Katsir, Salman Al Farisi radhiyallahu ‘anhu pernah memuji teman-temannya yang beragama Yahudi dan Nasrani: “mereka shalat, puasa dan beriman kepadamu bahwa suatu saat engkau akan diutus.” 
Setelah Salman selesai bercerita, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, 
“Wahai Salman, mereka termasuk ahli neraka.” Jawaban itu sangat berat bagi Salman. sehingga muncullah ayat ini, Al Baqarah ayat 62.

Lalu, Siapakah kaum Yahudi, Nasrani dan Sabi'in yang dijamin kebahagiannya ini oleh Allah SWT?

kaum yang dimaksud adalah kaum Yahudi di jaman Nabi Musa yang mengikuti ajaran Nabi Musa dan berpedoman kitab Taurat hingga Injil datang,

dan kaum Nasrani di jaman Nabi Isa (Al Masih) yang mengikuti ajaran Nabi Isa dan berpedoman Injil hingga Al Quran datang.

bukankah telah digadang-gadang oleh Nabi Musa bahwa akan ada yang datang menyempurnakan ajaran dan kitabnya. Namun kaum Yahudi mengingkarinya.

bukankah telah disampaikan oleh Nabi Isa, akan ada yang terakhir yang datang menyempurnakan agama, kitab dan ajarannya.
Namun kaum Nasrani dan para ahli kitab menolaknya.

"Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak-anaknya sendiri. Dan sesungguhnya sebagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui."
 (Al-Baqarah: 146)

Mengingkari, menolak, dan menyembunyikan... bukankah ini "Kafir" namanya?

sementara siapakah kaum Sabi'in yang juga dijamin kebahagiannya oleh Allah SWT?
yaitu yang belum sampai kepada mereka dakwah seorang Nabi pun.

Lalu apakah umat muslim tidak mengakui kenabian Musa dan Isa?

tentu kaum muslimin mengakui Musa dan Isa sebagai Nabi utusan Allah.

namun yang perlu digaris bawahi dan selalu kami (kaum muslimin) yakini adalah:


Setiap Nabi diutus untuk setiap umat pada masanya. sementara Nabi Muhammad adalah nabi terakhir yang diutus untuk umat sepanjang jaman.


sebenarnya, Yahudi Nasrani dan Islam sama saja.

sama-sama meyakini bahwa tiada Tuhan selain Allah.

lalu dimana titik pembedanya?


jawabannya ada pada Nabi dan Kitabnya.


Yahudi mempercayai Nabi-Nabi Allah yang datang sebelum Musa, namun mereka meyakini Musa sebagai Nabi penyempurna agamanya dan memegang teguh Taurat sebagai kitab mereka. Mereka tidak mempercayai kenabian Isa dan Muhammad yang datang setelahnya.



pun begitu dengan Nasrani. mereka mengenal Musa dan Nabi-Nabi sebelumnya, namun mereka meyakini Isa sebagai Nabi penyempurna agama mereka. Mereka bahkan meyakini Isa sebagai anak Allah. Nasrani tidak mengakui kedatangan Muhammad sebagai Nabi terakhir. Mereka memegang teguh ajaran Injil, walau pada kenyataannya Injil telah diubah oleh ahli-ahli kitab. Injil sudah tak lagi otentik.



lalu bagaimana dengan Islam?

Singkat kata, mengimani Islam itu berarti mempercayai bahwa tiada Tuhan yang patut disembah selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Kaum Muslimin mengimani bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir yang diutus untuk menyempurnakan agama Allah. Nabi Muhammad adalah rahmat untuk semesta alam (Rahmatan lil alamin). dan percaya bahwa Al Quran dan Sunnah adalah risalahnya, petunjuk hingga akhir jaman.

untuk membuatmu lebih memahaminya, aku akan membuat sebuah perumpamaan.


jadi begini,

aku akan mengajakmu berpikir dengan logika sederhana.
dan membuatmu menembus sebuah dimensi baru untuk menyadari bahwa keimanan ternyata bisa disatukan dengan logika.


Mari kita misalkan, kita semua ada dalam sebuah kelas perkuliahan.

Dimana kita memasuki semester baru dalam sebuah perkuliahan, anggap saja semester tiga.
Ini adalah hari pertamamu berkuliah.
Dosen masuk, beliau berkata, "Akuntansi yang kita pakai berbasis pada standart pelaporan IFRS. untuk kuliah Akuntansi di semester ini, kalian wajib untuk memiliki buku Akuntansi dengan pengarang Donald E. Kieso edisi 16."



kemudian, seorang mahasiswa mengangkat tangan dan berkata, "maaf sebelumnya pak. Saya sudah memiliki buku yang sama, pengarang Donald E. Kieso. saya meminjamnya dari kakak angkatan, namun, buku ini edisi 15. apakah saya bisa memakainya?"



"tidak boleh", ucap dosen. seketika para mahasiswa terdiam.



Dosen itu pun melanjutkan, "Walaupun kamu memiliki buku dengan konsep dan teori yang sama, kamu tetap harus mempelajari versi terbarunya. kenapa? karena Ilmu terus berkembang. dan buku ini terus di update berdasar berbagai kebutuhan dan kondisi penggunanya. ada beberapa teori dalam buku itu yang berubah. ada beberapa teori yang terhapuskan atau digantikan dengan yang baru. saya khawatir, kamu akan terjebak dalam kesalahan atas beberapa teori jika masih menggunakan edisi lama. jadi, pakai yang baru."



sama halnya dengan Kitab Allah.
Allah menurunkan Kitab Taurat untuk Nabi Musa dan para kaumnya
Allah menurunkan Kitab Zabur untuk Nabi Daud dan para kaumnya
Allah menurunkan Kitab Injil untuk Nabi Isa dan para kaumnya
Allah menurunkan Kitab Al Quran untuk Nabi Muhammad dan para kaumnya

kitab-kitab ini terus di-update berdasar kondisi dan kebutuhan kaumnya.




namun,hal yang paling istimewa adalah, Nabi Muhammad turun sebagai Nabi terakhir dan Al Quran adalah pedoman hingga akhir jaman.

Jika kitab adalah buku, bukankah seharusnya kita membaca dan memahami buku versi terbarunya?


Islam adalah agama yang telah disempurnakan dan diridhoi Allah hingga akhir jaman.




Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni’mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu” (QS. Al Ma’idah: 3).



Cobalah, baca dan eksplor Al Quran.

banyak hal baru yang akan kau temukan.

Al Quran adalah pedoman

yang tak akan pernah mati di telan jaman

Kita tak bisa memilih dari keluarga mana kita dilahirkan

Kita tidak bisa memilih bagaimana takdir kita harus berjalan,
namun aku yakin, kita masih bisa memperbaiki keimanan
Sungguh, ini adalah perkara manusia dengan Tuhan.

teruntuk kau yang tersadar bahwa

kau sedang berada dalam kesesatan,

Jika hidayah itu berhasil menyentil logikamu,

jangan ragu...
Perjuangkan kebenaran itu
Dunia cuma sementara, kau tau...
kematian kapan saja siap menjemputmu

Tak ada yang bisa digadaikan,

Tak ada yang bisa dijaminkan.
carilah kebenaran

Teruntuk engkau yang terlahir dengan Islam sebagai Iman,

sadarkah bahwa kau adalah kaum pilihan?
jangan hanya diam dan menyiakan.
perbaikilah amalan.

buka, baca dan amalkan Al Quran

kenali Nabi Muhammad shalallahu'alaihi wassalam
Masuki Islam secara penuh, utuh...

Lihatlah, ketenangan dan keberkahan akan senantiasa melingkupimu.

Allah akan terasa sedekat nadimu,
Ketika akhirat menjadi tujuanmu,
kau akan merasa dunia ada dalam genggamanmu.



***



by elinangelia

October, 6th 2017
catatan di Jumat sore.
14.50 WIB

tagline: Logika Keimanan The Series

Monday, 28 August 2017

Tentang Dunia

Kadang aku bertanya,
Apa yang sesungguhnya aku cari di dunia ini?
Kalau pada akhirnya kecintaanku pada dunia tidak akan pernah abadi.

Kadang aku bertanya,
Apa yang sesungguhnya terjadi?
Jika perasaan bahagia tak akan bertahan lama
Sedih yang pernah terkubur,
bisa saja tenggelam ditelan tawa yang  menghibur.

Kadang aku kembali bertanya,
Untuk apa ada yakin kalau kemudian digantikan ragu?
Mengapa ada putus asa
kalau tak lama semangat kembali membara?

ah ternyata semuanya fana
dan siklusnya seperti roda.

Lalu, apakah definisi dunia?
aku rasa, aku memang dicipta
untuk menghamba.

*
Sajak Sore Hari
(Senin, 28 Agustus 2017. 2.44 PM)

Tuesday, 22 August 2017

Renjana

Pada akhirnya, 
Yang tersisa hanyalah sekeping hati yang lelah. 
Yang memutuskan pasrah,
Bukan karena sudah menyerah, 
Namun karena menyadari secuil realita. 
Untuk kemudian berhenti bertanya,
 “kenapa ya?”, “kok gini ya?”, “kapan ya?”, “kok aku belum ya?”.

Lihatlah kawan, 
Apalah arti harapan, impian dan obsesi 
Jika semua-semua yang ada di dunia ini 
Tak akan pernah bisa di konspirasi kan sendiri. 
Tak bisa aku menafikan lagi, 
Ini semua di luar kendali. 
Ada banyak hal, 
Yang memang harus berhenti dipertanyakan 
Hanya karena itu di luar batasan. 

Hidup cuma soal kisah, 
Dan aku tak tau kemana akan bermuara. 
Toh, aku Cuma manusia, tak berani menjamin apa-apa.

Hidup itu ternyata memang soal menghamba. 
Dan membuatku berusaha untuk menolak lupa 
Bahwa sebagaimana kuat pun kita mencoba, 
Sebagaimana besar pun usaha, 
Seberapa intens nya pun doa, 
Seberapa banyaknya pun sujud, 
Jika Ia tak berkehendak, 
Maka tak akan pernah terwujud juga.

Hidup bukan soal meraih tujuan 
Atau mengharap sesuatu 
yang sekiranya membahagiakan. 

Hidup itu ternyata masih soal menghamba,
Semua ini perkara ridho-Nya.

Sudah ya, 
Aku akan berhenti mempertanyakan.
aku bosan dikhianati setiap jawaban
karena semuanya jauh dari harapan.

###

“Terlalu lama bersembunyi
di balik luka.
Ku layarkan saja
Sebuah perahu jingga,
Untuk pergi melihat angkasa…”


[supported song: Monita Tahalea - Perahu ]