Wednesday, 27 June 2012

Misteri Tatapan Mata itu part III

Mungkin, ini akan menjadi tulisan trakhirku dalam bab misteri tatapan mata itu
yg pernah ku tulis sebelum nya

*

sebenarnya aku sudah muak dengan susunan kata ini. Si fiksi, yang benar benar mempontang panting logika ku setengah mati.
Tapi hasrat nakal ku seakan tak peduli dan memaksaku untuk menyusun rangkaian kata murahan ini.

Sejujurnya aku tertatih, merangkai ribuan kata untuk memperinci sebagaimana rasaku saat ini. tapi, aku tau aku bisa membuat ini kembali terbaca, MISTERI TATAPAN MATA ITU bagian tiga.

-------


kamu, dahulu ada seribu kepercayaan mendalam kepadamu. dan tatapan matamu membuatku selalu percaya, bersinar, berpijar dan tersenyum malu di balik telapak tangan

Tapi sekarang, saat ini tinggal empat ratus kepercayaan itu. Yg telah lari dibawa berkelana oleh sang waktu

begitu berartinya semua.
hingga saja, apa yg kau baca, apa yg kau kenakan hingga apapun yg kau bicarakan akan menjadi materi terhangat untuk ku simpan dalam file otak ku. untuk ku goreskan pada bidang kosong permukaan relungku.

tak serumit menghafalkan rumus geometri, memang mudah diingat namun susah untuk dikenang lagi

saat ini kita terpisah
ya.. Takdir memisahkan kita dalam dimensi ruang.
Frekuensi bertemu amat sangat jarang walau kita hidup dalam 1 lingkungan. Terolor waktu, dicegah oleh kesibukan dan terbentur keramaian.

jumat yang indah.
saat kita kembali bertemu dalam suatu keramaian. saat beradu dengan rasa yg berkecamuk antara dua insan yg tak pernah menemui kejelasan.

Saat itu, ketika rasa yg sama kembali menggugah. Ketika hasrat berpacu dg waktu untuk memperhatikan, menunggu tatapan mata indah itu kembali menembak jantung hatiku, dan..

gerak refleks itu kembali memantulkan sinarnya.
Tapi, ada yg berbeda. tak lagi menusuk, tak lagi merasuk. bukan seperti biasanya. Kini, rasa abstrak itu terasa berbeda.

Tatapan itu tak lagi membius ruang ruang hatiku yg kosong, tak lagi mengaduk aduk adrenalinku.

"Aah, mungkin ini hanya berjalan 1 hari saja,dan aku akan merasakan hal yg sama seperti dulu", pikirku.



Momen terkutuk itu datang lagi.
Saat aku dipertemukan dengan cara yg sama.
Kau tau apa? tetap saja, sinarnya tak lagi mengobrak abrik degupan jantungku.
aku merasakan sesuatu yang dingin tapi hampa.
Aku tak lagi merasakan rasa ketergantungan mendalam yg membuat telapak tanganku dingin dan leherku panas. aku tak lagi merasakan getaran jantung berlari maraton. tak lagi,tak lagi

suara hatiku berbisik pelan "hey,lihat! rasa itu sudah hilang"

seketika aku merasa miris, dan aku merasa ada sesuatu yg tidak aku tau

kenyataan nya,
dia telah memiliki dunianya, dunia barunya dengan selirnya. sepertinya mereka akan saling memiliki


pahit, getir. Tatapan matanya tak lagi sama.
benar, firasatku selalu benar.
kecewa, ia sudah menemukan dunia permen nya. Sementara aku, masih berdiri di dunia kegelapan diantara semak belukar dan menunggu seorang penyelamat

berharap cerita putri tidur ini akan segera happy ending, secepatnya

----

sepertinya ini udah tulisan terakhir tentang misteri tatapan mata itu.

Im tired to doing this, to do my damn task about this fuckin story

- salam hangat dari telapak tangan yang dingin -



:) e

No comments:

Post a Comment